Cerita Menyedihkan Nuzul Kurniawati, Guru Pontianak yang Dipukul Kursi Plastik oleh Siswanya

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 415

Cerita Menyedihkan Nuzul Kurniawati, Guru Pontianak yang Dipukul Kursi Plastik oleh Siswanya
Nuzul Kurniawati, terbaring lemah di RSUD Soedarso. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Nuzul Kurniawati (49), guru Madrasah Darussalam, Pontianak Timur, Kota Pontianak dipapah oleh suami dan anak perempuannya ketika hendak menuju toilet di Kamar Mawar, Ruang Jamsostek, RSUD Soedarso, Kamis (8/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Air mukanya menahan sakit. Sesekali dia memejam.

"Kalau melek, kepala rasanya sakit," ucapnya usai dari toilet pada Suara Pemred.

Nuzul Kurniawati merupakan korban pemukulan siswanya, NF yang duduk di kelas VIII, Rabu (7/3). Sambil terbaring lemah, dia menceritakan kronologis kejadian yang buat dunia pendidikan Pontianak gempar.

Awalnya, NF dan siswa lain di kelas tengah belajar Sejarah Kebudayaan Islam yang diampu Fadillah. Jam pergantian pelajaran memang baru dimulai. Saat itu sekira pukul 10.00 WIB. Di kelas, bukannya ikut pelajaran, NF malah main gim di ponsel. Oleh Fadillah, anak itu diingatkan dan minta ponselnya dimatikan.

"Tapi jawabannya kasar, gurunya bilang kalau gitu nanti ibu ambil. Dia bilang, 'kalau kau ambil, aku injak-injak kau'. Akhirnya nangislah ibu itu lalu ditinggalkan," cerita Nuzul dengan suara pelan.

Fadillah saat itu berhenti mengajar dan menuju ruang guru sambil menangis sesenggukan. Guru lain yang melihat, Ima, lantas melapor ke Nuzul Kurniawati yang tengah mengajar IPA di kelas lain. Selain sebagai guru, Nuzul juga wakil kepala di madrasah tersebut. Mendengar kabar itu, Nuzul segera mencari Kepala Sekolah. Namun yang dicari tengah ada kegiatan di luar.

"Saya naik ke atas (kelas ada di lantai dua). Saya nasihati dengan lembut anak itu, sama guru tidak usah gitu, harus sopan, masa guru sampai nangis kayak gitu. Tapi jawabannya kasar, 'ngape kau ikut campur'. Ibu nyaut, ibu kan guru kamu juga. Tapi dia tidak peduli, tetap main game," ucapnya.

Nurul mengatakan gim yang dimainkan disetel dengan suara nyaring. Alhasil pelajaran pun terhenti.

"Akhirnya (ponsel) ibu ambil, begitu ibu ambil, dia ambil kursi dipukulkan ke kepala ibu. Ibu sempoyongan, teriak, ibu panggil guru-guru lain, anak-anak saksinya," ceritanya.

"Kepala ibu sakit luar biasa, jadi hape yang ibu pegang terlempar, karena tahan sakit yang luar biasa, ibu tidak tahu gimana gerakan tangan ibu, kuat atau gimana, ibu ndak tahu. Akhirnya terlemparlah hape itu, terbelah," imbuhnya.

Ponsel yang telah terbelah lantas diambil oleh NF dan dilemparkan ke arah Nuzul. Lemparannya tepat di bawah telinga bagian kanan. Bengkak pun terlihat di bagian tersebut. (bls)