Bantul Muslimin Indonesia Nilai Karolin-Gidot Wujudkan Kalbar Damai

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1016

Bantul Muslimin Indonesia Nilai Karolin-Gidot Wujudkan Kalbar Damai
Ilustrasi. Net
PONTIANAK, SP - Selama 10 tahun, gubernur dan wakil gubernur yang di usung oleh koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan PKPI telah berhasil memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kalimantan Barat.

Namun, kata Ketua Bidang Ekonomi Ummat-Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia, Mahmuddin Muslim, kepemimpinan selama 10 tahun Gubernur Cornelis tentu masih jauh dari sempurna, masih banyak kekurangan.
 
“Namun, tidak bisa dipungkiri, banyak prestasi yang telah diperoleh oleh Gubernur Cornelis selama memimpin Kalimantan Barat. Proses Pembangunan yang dilaksanakan selama 10 tahun mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalbar,” ujarnya kepada awak media, Kamis (8/3).

Salah satu prestasi Gubernur Cornelis adalah mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kalbar. Sebelumnya Kalbar sangat rawan konflik berbau SARA.

“Selama kepemimpinan Cornelis semua kejadian-kejadian yang memicu konflik SARA bisa diantisipasi secara dini oleh seluruh unsur pemerintahan Kalbar. Dan tentu dengan bantuan para tokoh adat, suku dan agama yang ada di Kalbar,” katanya.

Dilanjutkannya, relasi sosial dan keagamaan selama 10 tahun ini sangat kondusif. Jika pun ada riak-riak kecil dalam relasi sosial dan keagamaan bisa diselesaikan dengan cara-cara musyawarah mufakat tanpa kekerasan.

Dalam Pilgub Kalbar 2018, tiga partai yang sama kembali berkoalisi mengusung kader terbaik dari PDIP dan Demokrat, Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot.

Mahmuddin berpandangan, pasangan ini dinilai kandidat yang sangat tepat untuk melanjutkan apa yang telah dirasakan masyarakat Kalbar selama ini. Tidak hanya keberlanjutan pembangunan, tapi juga melanjutkan Kalbar yang aman dan damai.

“Menurut saya, Karolin-Gidot bisa melanjutkan rasa aman dan nyaman di Kalbar jika nanti terpilih. Sebagai seorang nasionalis yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai bintang penuntun, menjadi jaminan relasi sosial antar suku, agama dan ras bisa berjalan dengan baik,” terangnya.

Dikatakannya, pembangunan hanya bisa dilaksanakan jika ada rasa aman dan nyaman bagi segenap stakeholder yang ada di Kalbar.

“Tentu saja, jika semua bisa berjalan dengan baik, bermuara pada kesejahteraan dan kerukunan bagi masyarakat Kalbar,” pungkasnya. (umr/jee)