Awasi Kampanye Paslon dan Hate Speech di Medsos, Bawaslu Siagakan Pokja dan Tim Cyber Patrol

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 200

Awasi Kampanye Paslon dan Hate Speech di Medsos, Bawaslu Siagakan Pokja dan Tim Cyber Patrol
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP – Bawaslu Kalbar, terus mengawasi tahapan masa kampanye Pilgub Kalbar 2018 yang dilakukan oleh tiga pasang calon, 15 Feburari-23 Juni 2018. Selain kegiatan kampanye terbuka atau dialogis, fokus pemantauan Bawaslu adalah kampanye paslon di media sosial.

“Kalau medsos kami patroli cyber. Sementara ini kami sudah ada tim di tim humas kami. Namun dalam waktu dekat kami akan membentuk namanya Pokja Pengawasan di medsos ini. Kami akan libatkan expert Pemilu. Mudah-mudah kami juga bisa melibatkan dari tim media juga,” ujarnya kepada awak media di Pontianak, Senin (12/3).

Patroli cyber oleh Bawaslu ini memantau baik dari paslon dan timnya maupun di luar tim yang mengatasnamakan pendukung salah satu paslon. Sampai saat ini, tim cyber patrol Bawaslu telah mendeteksi sejumlah akun yang melakukan kegiatan kampanye di medsos.

“Sudah ada yang kami tandai. Ditandai artinya, kami monitor akunnya siapa, terus kami lakukan screenshot untuk kemudian print out sebagai bukti,” terangnya.

Temuan yang telah terdeteksi seperti mengandung unsur ujaran kebencian dan lain, di samping ditangani langsung, Bawaslu juga akan menerus hal ini ke gugus tugas yang berada di pusat.

“Gugus tugas di Jakarta itu sudah ada MoU-nya antara Kominfo, Bawaslu dengan provider yang melaksanakan platform medsos itu seperti Twitter, Facebook, atau apa. Apabila analisisnya nanti ada dugaan tidak sesuai, maka sekurang-kurangnya langkah pertama di-take down oleh gugus tugas Bawaslu RI,” katanya.

“Tapi apabila akun itu sudah jelas akunnya, sudah didaftarkan oleh paslon ke KPU, nah tentu kami bisa mengkaji materi kampanyenya di medsos. Kalau ada yang melanggar misalnya kan sudah ke ujaran kebencian tapi kami tidak bisa tangani lagi, kita akan teruskan ke pihak kepolisian,” jelas dia.

Ruher mangaku, telah menerima akun  medsos resmi tiga paslon dalam Pilgub Kalbar 2018. Dalam aturannya, setiap paslon harus menyampaikan akun medsosnya kepada KPU paling banyak lima platform. (umr)