Puluhan Ribu Pemilih di Kalbar Belum Coklit, Bawaslu Minta KPU Perbaiki Manajemen Pendataan

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 284

Puluhan Ribu Pemilih di Kalbar Belum Coklit, Bawaslu Minta KPU Perbaiki Manajemen Pendataan
Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza. (SP/Umar)
PONTIANAK, SP – Bawaslu RI mencatat ada 547.144 pemilih pada Pilkada serentak 2018 yang belum dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Jumlah ini tersebar di 15 provinsi se-Indonesia.

"Ada 547.144 pemilih yang belum dicoklit untuk Pilkada, tersebar di 15 provinsi se-Indonesia," ujar Afifuddin, kemarin di Jakarta.

Alasan masih adanya pemilih yang belum dicoklit, di antaranya faktor lokasi suatu daerah yang jauh sehingga dalam pendataan terlambat masuk. Di Kalbar, terdapat sejumlah daerah yang belum menyerahkan hasil pencoklitan. Hal ini sebagaimana diungkapkan Bawaslu Provinsi Kalbar berdasarkan hasil pemantauan pengawas yang ada di daerah.

“Kita itu baru kurang lebih lima kabupaten/kota yang baru masuk datanya ya. Karena ada beberapa belum ada pleno juga di masing-masing KPU-nya atau di PPK-nya,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza, kepada awak media di Pontianak, Selasa (13/3).

Dari hasil pemantauan, ia menyebutkan pemilih di Kota Pontianak yang belum dicoklit sebanyak 17.642 jiwa. Kabupaten Sanggau 32. 047, Kapuas Hulu 442, Melawi 785, dan Sekadau 709 pemilih.

“Kita sudah menyampaikan ke KPU juga hal ini agar segera diselesaikan, meskipun memang ini PR mereka sudah cukup lama ya. Tapi ya ini soal hak politik, hak pilih warga negara. Kita akan lihat nanti misalnya trennya ini tidak juga membaik, kita segera minta rekomendasikan ke KPU untuk memperbaki proses manajemen pendataan pemilih ini,” pungkas Faisal. (umr)