Jadi Guru Besar, Hamka Siregar Minta Pertimbangan Putusan Hakim

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 245

Jadi Guru Besar, Hamka Siregar Minta Pertimbangan Putusan Hakim
Sidang lanjutan pengadaan meubelair Rusunawa IAIN Pontianak, Rabu (14/3). (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Majelis hakim kembali melanjutkan sidang kasus korupsi pengadaan meubelair Rusunawa mahasiswa kampus IAIN Pontianak, terhadap terdakwa Hamka Siregar, di Pengadilan Tipikor Pontianak, Rabu (14/3), sekira pukul 10.00 WIB

Sidang kali ini beragendakan penyampaian duplik secara lisan dan tertulis dari penasehat hukum.

Setelah pembacaan duplik dari penasehat hukum terdakwa, sebagai jawaban terhadap replik yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum, (JPU) pada Rabu (7/3) lalu, terdakwa Hamka Siregar sempat menyampaikan permohonan pertimbangan putusan dari majelis hakim, yang akan disampaikan pada Senin (26/3) depan.

Pasalnya, saat ini terdakwa sudah mendapat gelar sebagai guru besar, yang tentu memiliki manfaat bagi kampus IAIN ke depannya.

Pembacaan duplik dari penasehat hukum terdakwa, dibacakan oleh ketua tim Penasehat Hukum Hamka Siregar, Syafruddin Nasution dan anggota Maskun Sofian.

Dalam pembacaan dupliknya, berdasarkan fakta-fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi, disampaikan bahwa sebagai penasehat hukum terdakwa tetap berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. 

Sebelum adanya keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap terhadap terdakwa, menjadi tugas majelis hakim untuk memberikan penilaian, pertimbangan hukum atas fakta hukum dalam persidangan, sebagai dasar hukum pengambilan keputusan.

Dalam pembacaannya, disampaikan pula bahwa terdakwa Hamka Siregar telah mendapat gelar guru besar atau profesor dalam bidang ilmu Usnul Fiqih.

“Ilmu dan pengetahuan sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya untuk kemajuan IAIN Pontianak. Oleh karenanya kami tim penasehat hukum terdakwa Hamka Siregar tetap pada pledoi, menolak dakwaan dan replik dari jaksa penuntut umum,” ujar Maskun membacakan duplik. (rah)