Polda Kalbar Selidiki Penyebar Hoaks

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 157

Polda Kalbar Selidiki Penyebar Hoaks
Kapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Didi Haryono
PONTIANAK, SP - Kepolisian daerah (Polda) Kalimantan Barat melalui Tim Cyber Crime sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan adanya akun yang menyebar berita tidak benar alias hoaks, berkataitan dengan Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada).

"Kami sudah mendapatkan laporan terkait hoaks jelang Pilkada ini. Akan tetapi itu masih berbentuk laporan," kata Kapolda Kalbar, Brigjen (Pol) Didi Haryono, belum lama ini.

Karena, masih bersifat laporan, maka pihaknya perlu melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut sesuai dengan  yang diatur dalam Undang-undang ITE.

"Ada satu laporan yang masuk, berkaitan penyebar informasi hoaks di media sosial. Kita masih lakukan pendalaman," ujarnya. 

Agar proses pelaksanaan Pilkada ini berjalan dengan lancar dan kondusif, maka ia juga mengimbau semua pihak terutama masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan cerdas, tidak melakukan kegiatan yang bersifat menghujat, memprovokasi, bahkan melakukan kampanye hitam (black campaign).

"Itu semua diatur dalam undang-undang. Normal-normal saja, wajar-wajar saja dan saling menghargai dan bertoleransi sesama para pendukung, terlebih semua pihak terlibat untuk mengawasinya," katanya.

Sebelumnya, Didi menyatakan, saat ini perkembangan media sosial sangat "liar" dalam artian tidak lagi memperhatikan norma-norma agama, susila dan dan tidak bertoleransi.

"Untuk itulah kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan masyarakat dan instansi terkait dalam menangkal berbagai informasi hoax di masyarakat," kata.
Didi mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk menghindari penggunaan medsos yang memfitnah, adu domba, hoax, karena hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Kami bersama tim cyber terus melakukan antisipasi dan mengawasi para pengguna medsos agar tidak disalahgunakan, sementara bagi yang melanggarnya maka diancam sesuai dengan UU yang berlaku," ungkapnya.

Menurut dia, bagi masyarakat yang menerima informasi jangan asal sebarkan saja, tetapi baca dulu agar tidak salah dalam menyebarkan informasi yang "sesat".

Sementara itu, Penjabat Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji mengajak, kepada semua lapisan masyarakat provinsi itu, untuk turut serta mensukseskan penyelenggaraan Pilkada secara serentak 2018.

"Tugas saya sebagai penjabat Gubernur Kalbar, salah satunya adalah mensukseskan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018, baik Pilgub Kalbar, Pilwako Pontianak, Pilbup Kubu Raya, Kayong Utara, Mempawah, dan Sanggau," katanya.

Dodi juga mengharapkan seluruh masyarakat dan Forkompimda untuk ikut serta mencegah secara dini informasi yang salah guna menciptakan Kamtibmas dalam rangka pembangunan segala bidang.

Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Informasi (AMPI), Edi Suhairul berharap, pemerintah, aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan dapat  memaksimalkan pencegahan serta penindakan hoaks melalui satuan tugas dan sub organ yang dibentuk internal maupun internal/koordinasi lintas sektoral.

"Aparat penegak hukum dan pemerintah mesti mengambil langkah tegas bagi pelaku atau penyebar hoaks dengan implementasi jerat hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Suhairul.

Ia menambahkan, hoaks menjadi tantangan era ini. Tidak hanya bagi pemerintah dan aparat penegak hukum, namun juga bagi seluruh elemen masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.

“Perang terhadap hoaks sudah harus digelorakan, karena penyebarannya sangat masif,” kata dia.

Ia mengatakan kesadaran masyarakat dan budaya literasi masyarakat sebagai pengguna media sosial masih rendah. Ini menjadi sasaran empuk bagi pelaku dan penyebar hoaks yang jauh dari semangat keberagaman dan lebih mengarah kepada sikap intoleransi. (jek/bob)