Penyelenggara Acara Wajib Urus Sampah Sendiri

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 248

Penyelenggara Acara Wajib Urus Sampah Sendiri
Warga tengah mengecat kontainer sampah. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Setiap penyelenggara acara, baik itu pemerintah, swasta, atau masyarakat harus bertanggung jawab dengan sampah yang mereka hasilkan. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nomor: 660.1/03/DLH.RLPK/2018 tentang Pengelolaan Sampah pada Penyelenggaraan Acara.

Surat edaran ini dibuat menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pedoman Pengelolaan Sampah pada Penyelenggara Acara.

"Kita bantu di pengangkutan, yang kumpulkan sampah mereka," ucap Kepala DLH Pontianak, Sri Sujiarti, Senin (19/3).

Dalam edaran itu, setidaknya ada lima poin yang harus penyelenggara acara yang melibatkan masyarakat banyak penuhi.

Pertama, pengelolaan sampah pada tiap penyelenggaraan acara merupakan media edukasi kepada masyarakat untuk memilah sampah dan mengurangi timbulan sampah dari sumber, serta mencegah sampah mencemari lingkungan di sekitar tempat penyelenggaraan acara. Dalam hal ini, penyelenggaraan bisa menyiapkan tong sampah untuk berbagai jenis sampah.

Kedua, pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah pada penyelenggaraan acara meliputi penyelenggara acara, penanggung jawab tempat pengelolaan acara, pemilik tanah, pembeli stan, sponsor, pengunjung dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang terlibat. Baik dalam koordinasi atau perizinan penyelenggaraan acara.

Ketiga, setiap penyelenggaraan acara dipersilakan melakukan branding yang sesuai dengan kebutuhan acaranya masing-masing. Namun hasil akhirnya adalah pengelolaan sampah yang sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

"Tata cara pengelolaan sampah dibagi jadi pra pelaksanaan acara, selama pelaksanaan acara, dan pasca acara. Termasuk evaluasi dan pelaporan. Panduannya bisa diunduh di website dlh.pontianakkota.go.id," sambungnya.

Terakhir, penyelenggaraan acara wajib memberikan laporan dari hasil pengelolaan sampah dari awal hingga berakhirnya kegiatan. Laporan itu berisi jumlah sampah yang terkelola kepada Pemerintah Kota Pontianak lewat DLH atau mempublikasikan lewat media massa. (bls)