Dewan Apresiasi Kinerja Pemprov Tumbuhkan Ekonomi Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 144

Dewan Apresiasi Kinerja Pemprov Tumbuhkan Ekonomi Kalbar
Anggota DPRD Kalbar, Markus Amid
PONTIANAK, SP - Anggota DPRD Kalbar, Markus Amid merespon positif upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berhasil mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi, walaupun belum bisa melampaui target yang telah ditentukan.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyatmadji belum lama ini melalui Rapat Paripurna bersama dengan DPRD Provinsi Kalbar telah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Gubernur Kalbar anggaran akhir tahun 2017 hasil pembangunan dari segala aspek.

Satu di antaranya terkait pertumbuhan ekonomi Kalbar yang meningkat mencapai 5,17 persen, meski tidak memenuhi dari angka yang ditargetkan yaitu 5,22 persen.

"Meski belum mencapai target, namun Pemerintah Provinsi Kalbar berhasil menaikkan angka pertumbuhan ekonomi. Kita apresiasi naiknya pertumbuhan ekonomi Kalbar dengan angka 5,17 persen itu," ujarnya, Senin (26/3).

Menurut Markus, di tahun 2018 ini, Pemprov Kalbar mesti bisa kembali menaikkan target pertumbuhan ekonomi dengan angka yang sangat signifikan, karena pertumbuhan penduduk akan berpengaruh pada tingkat kemiskinan yang menjadi perhatian penuh pemerintah pusat dan daerah.

"Tentunya untuk meningkatkan perekonomian suatu daerah,  tidaklah mudah.  Perlu kerja keras. Namun saya yakin Pemprov Kalbar mampu untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi penduduk," kata dia. 

Terkait pertumbuhan ekonomi yang tidak memenuhi target, diakuinya, pihak DPRD Kalbar akan membentuk Pansus untuk mengetahui hambatan serta permasalahan apa saja yang menjadi penyebab tidak tercapainya target yang telah ditetapkan tersebut.

"Sejauh ini kemungkinan harga-harga naik menjadi pengaruh akan pertumbuhan ekonomi Kalbar yang tidak mencapai target," jelasnya.

Seperti yang terjadi pada masyarakat pedalaman, dirinya memberi contoh akan halnya harga karet yang menurun drastis, sementara kebutuhan akan pupuk semakin tinggi.

"Sejauh ini yang merasakan dampakkan salah satunya petani karet, kemudian petani lada. Harga jual sangat murah ketika mereka membeli bahan, harga sangat mahal," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Pitono menyebutkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalbar masih rendah dan hal itu terpotret seperti pada Februari 2018 hanya 97,65 poin.

"NTP yang poinnya masih di bawah 100 terbilang rendah. Di bawah 100 poin juga menunjukan bahwa petani Kalbar masih kurang sejahtera. Sejak saya di BPS Kalbar belum pernah NTP Kalbar di atas 100 poin," ujarnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan dilihat dari Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2018 mengalami penurunan sebesar 0,40 persen dibandingkan It bulan sebelumnya, yaitu dari 126,31 poin pada bulan Januari 2018 menjadi 125,81 poin pada bulan Februari 2018.

"Kenaikan It tersebut dipengaruhi oleh turunnya It Tanaman Pangan 0,43 persen, naiknya it Hortikultura 1,82 persen, turunnya It Tanaman Perkebunan Rakyat 1,27 persen, naiknya It Peternakan 0,34 persen, dan naiknya It Perikanan sebesar 0,31 persen," kata dia.

Sementara untuk Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2018 Ib Kalbar mengalami kenaikan 0,36 persen dibandingkan Ib bulan sebelumnya, yaitu dari 128,38 poin pada bulan Januari 2018 menjadi 128,84 poin pada bulan Februari 2018.

"Kenaikan Ib dimana komponen pendukungnya yaitu Indeks Konsumsi Rumah Tangga mengalami kenaikan 0,36 persen, sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,35 persen," jelasnya.

Lanjutnya naiknya indeks konsumsi rumah tangga pada Februari 2018 dibandingkan Januari 2108 juga menunjukkan terjadinya inflasi pedesaan pada Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen dibanding Januari 2018.

"Naiknya indeks konsumsi rumah tangga yang disebabkan oleh naiknya indeks ketujuh pendukung sub kelompok konsumsi rumah tangga yakni bahan Makanan naik, makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, transportasi dan komunikasi dan pendidikan, rekreasi dan olahraga," papar dia. (jek/ant/bob)