BEM se-Kalbar Bacakan Deklarasi Pilkada Damai

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 198

BEM se-Kalbar Bacakan Deklarasi Pilkada Damai
DEKLARASI - Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Barat melaksanakan pembacaan Deklarasi Pilkada Damai di Aula Lantai III, Rektorat Untan, Rabu (28/3) pagi. (SP/Anugrah)

Siap Wujudkan Pesta Demokrasi Berkualitas dan Berintegritas 


Dalam rangka mendorong terwujudnya pemilu yang jujur, adil, kompetitif, tertib, aman dan tentram. Kami segenap Badan Eksekutif Mahasiswa yang ada di Kalimantan Barat dengan penuh rasa tanggungjawab menyatakan kebulatan tekad untuk menjaga kedamaian di momen Pilkada.

SP - Demikian pernyataan tegas dan penuh komitmen yang lantang diteriakkan oleh sejumlah perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Barat saat melaksanakan pembacaan Deklarasi Pilkada Damai di Aula Lantai III, Rektorat Untan, Rabu (28/3) pagi. Kegiatan ini turut dihadiri Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, Rektor Untan, Prof Thamrin Usman, Dekan Fisipol Untan, Sukamto, Ketua KPU Kalbar, Umi Rifdiyawati dan Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untan dalam bentuk dialog publik tersebut, membahas peran mahasiswa membangun pemilih cerdas untuk mewujudkan Pilkada 2018 yang berkualitas dan berintegritas di Kalimantan Barat.

Turut menyampaikan pemaparannya, Dekan Fisipol Untan dan Rektor Untan sekaligus membuka acara. 

Dekan Fisipol Untan, Sukamto, menyoroti tema dari dialog publik tersebut yang terdiri dari tiga unsur utamanya yaitu, Pilkada yang berkualitas dan berintegritas, pemilih cerdas dan peran mahasiswa.

Pembacaan deklarasi damai pemuda dan mahasiswa yang diikuti oleh perwakilan BEM Seluruh Indonesia (SI) Kalbar, diwakili oleh beberapa perguruan tinggi di Kalbar, yaitu BEM Untan Pontianak, Politeknik Negeri Putusibau, STKIP Singkawang, UNKA Sintang, STKIP Entikong, Polinka Ketapang, Politeknik Sambas dan STAIN Mempawah.

Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, selaku pemateri tunggal dalam hal ini mengatakan, bahwa Polda Kalbar telah banyak melaksanakan deklarasi, namun menurutnya poin pembacaan yang dilakukan oleh perwakilan BEM merupakan yang paling lengkap dan menyeluruh dengan tujuh poin yang ada.

“Kami sudah banyak melakukan deklarasi, tapi yang benar-benar menyeluruh yang dibacakan oleh BEM Untan ini,” ujar Kapolda.

Tujuh poin pembacaan tersebut yaitu, Deklarasi Damai Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Barat untuk Pilkada Provinsi Kalimantan Barat 2018. 1. Memegang teguh Pancasila dan UUD 1945 serta peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku; 2. Menjunjung tinggi etika politik yang bersumber dari nilai-nilai tradisi, adat istiadat budaya dan agama yang telah lama mengakar dalam kehidupan masyarakat di Kalimantan Barat; 3. Selalu berfikir, bersikap dan bertindak fair dalam mewujudkan kebebasan, persamaan dan kesetaraan politk; 4. Senantiasa mengutamakan kepentingan umum, menjamin hak-hak politik warga negara dan menghormati hak-hak azasi manusia; 5. Saling menghargai, saling menghormati dan memuliakan sesama warga masyarakat Kalimantan Barat; 6. Menolak berita Hoax/berita bohong/fitnah yang dapat memecah belah persatuan bangsa dan 7. Selalu tanggap dan secepat mungkin melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam upaya mencegah dan menyelesaikan setiap persoalan/masalah yang muncul.

“Ini tentunya momen ini sangat baik, karena mahasiswa ini adalah calon-calon pemimpin bangsa, memang harus punya sikap. Sifat yang kritis pada perkembangan situasi, guna menjadikan daerah Kalimantan Barat aman lancar dan sukses dalam pelaksanaan Pilkada,” terang Kapolda.

Didi menyampaikan pula bahwa Pilkada yang bekualitas dan berintegritas adalah pelaksanaan pesta demokrasi yang mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh KPU. Di antaranya aturan kegiatan kampanye dan sebagainya, sebab semua pihak memiliki tanggungjawab untuk menjaga hal itu.

“Sepanjang itu dilaksanakan, Pilkada kita akan menjadi pesta demokrasi dengan pemilih yang cerdas, berkualitas dan berintegritas,” imbuhnya.

Mengenai seringnya dilaksanakan deklarasi serupa, menurutnya hal itu untuk membangun kebersamaan.

“Karena kita tahu Kalbar ini sudah dari sonanya aman, jadi kita membangun kebersamaan mengingatkan kembali bahwa kita adalah satu wilayah sesama warga Kalbar yang mencintai situasi yang aman dan damai,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Untan, Prof Thamrin Usman menyampaikan keinginannya agar mahasiswa Untan menjadi penyebar virus kebaikan. Artinya, cita-cita untuk menghasilkan Pilkada yang damai, jujur dan adil akan bisa terwujud.

“Kalimantan jadi daerah yang tadinya diduga berpotensi, sesungguhnya tidak terwujud,” ucapnya.

Jika pelaksanaan Pilkada Kalbar sukses, maka dampak positif nantinya akan berimbas pada pembangunan, kemajuan, serta daya kompetisi dari wilayah Kalbar.

Masyarakat dapat bersekolah dengan baik dan dapat bekerja dengan baik.  Ditambahkannya bahwa Pilkada sebagai proses dari tujuan berdemokrasi untuk mencapai kesejahteraan, maka harus diwujudkan. Jangan sampai demokrasi Pilkada menjadi kontra produktif.

“Oleh sebab itu, mahasiswa sebagai agen perubahan, dan generasi penerus yang cerdas harus ikut serta, sehingga virus-virus kebaikan itu bisa disebarkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Ketua Panitia HIMAPOL Fisip Untan, Khotib menyampaikan, bahwa dalam proses Pilkada di Kalbar, mahasiswa akan melakukan pengawalan terhadap proses pelaksanaanya.

“Lancar, sukses dan damai. Itu impian kami,” ungkapnya.

Setelah dilaksanakannya dialog tersebut, akan dibuat sebuah rekomendasi bagi KPU dan Bawaslu.

Ketua BEM Fisip Untan, Adi Afrianto mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dikonsep bersama oleh BEM dan HIMAPOL Fisip Untan, dengan tujuan selain turut membantu pihak KPU dan Bawaslu, juga untuk menyadarkan mahasiswa sebagai insan akademis, agar peka terhadap perubahan sosial yang ada di lapangan.

Dalam memasuki tahun politik, dia mengatakan bahwa Fisip Untan harus mengambil peran dalam proses penyelenggaraan Pilkada di Kalbar.

“Tujuan ini kan memberikan sosialisasi dan menyatukan persepsi juga kepada kawan-kawan BEM yang ada di daerah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga diharapkannya, dapat menjadi wadah dalam membangun komunikasi bersama dan kesepakatan bersama untuk menyongsong Pilkada damai.

Sesuai dengan isi deklarasi, untuk perjalanan ke depan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan KPU, Bawaslu dan Kepolisian jika adanya kecurangan-kecurangan di lapangan, maka akan dilaporkan kepada pihak terkait.

Dalam hal ini, dikatakannya bahwa KPU dan Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, perlu bagi mahasiswa untuk turut mengambil peran.

Dia mengajak seluruh mahasiswa di Kalbar, untuk menempatkan diri sebagai garda terdepan dalam menyongsong proses pemilu yang akan datang. Jadi sudah seharusnya sebagai mahasiswa untuk peka dan tidak boleh acuh terhadap fenomena yang terjadi. (anugrah ignasia/bob)