Dewan: Kebijakan Non Tunai di Pontianak Tak Dikaji Matang

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 254

Dewan: Kebijakan Non Tunai di Pontianak Tak Dikaji Matang
Ilustrasi. (net)
PONTIANAK, SP - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar mengungkapkan pemerintah salah langkah dalam mengambil kebijakan penerapan transaksi non tunai.

"Dalam menyusun kebijakan publik itu harus berbagai komponen dikaji secara matang," katanya.

Komponen dan sistem yang ada harus berjalan terlebih dahulu, baru kemudian diekspos pada masyarakat. Dia menilai pemerintah tak siap untuk melakukan hal ini. Akibatnya, kebijakan publik itu tak bisa berjalan dengan baik, termasuk e-money itu sendiri.

"E-money yang digembar-gemborkan itu ternyata tak juga gimana. Bahkan hasilnya tak maksimal dan terkesan gagal," ucapnya.

Dalam perumusan kebijakan publik, semestinya pemerintah harus mengajak perguruan tinggi untuk merumuskan bagaimana kebijakan publik itu agar bisa berjalan dengan baik. Jangan tiba-tiba langsung diterapkan.

"Barangkali yang berjalan efektif hanya 50 persen saja, yang betul-betul berjalan dengan baik dan kita lihat hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan  e-money dan itu terbatas," katanya.

Hal yang penting menurutnya adalah kesiapan komponen perbankan itu sendiri. Maupun pelayanan pada SPBU dan pihak lainnya yang dia nilai belum siap. Apalagi menurutnya, penerapan non tunai hanya menguntungkan perbankan.

"Bisa dibayangkan masyarakat membeli kartu mereka misalnya Rp20 ribu, kalau penduduk Pontianak ini ada 600 ribu dikali 50 persen saja penduduk Pontianak  yang menggunakan e-Money itu, maka sekitar Rp6 miliar duit masyarakat  yang disedot oleh perbankan dengan menjual kartu tersebut," jelasnya.

"Dengan uang masyarakat yang telah disedot perbankan Rp6 miliar itu berarti uang yang beredar di masyarakat akan sedikit dan daya beli masyarakat akan berkurang," imbuhnya.

Ada banyak persoalan dalam kebijakan ini yang pada intinya masyarakat tak diuntungkan. Sedangkan perbankan yang diuntungkan tak mempersiapkan dirinya dengan baik. 

"Itu baru dari sisi penjualan kartu, selain itu, yang mengendap di bank juga semakin banyak," pungkasnya. (bls)