Dampak Cairan Sampah TPA Batulayang Ditanggulangi Sejak 2017

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 188

Dampak Cairan Sampah TPA Batulayang Ditanggulangi Sejak 2017
Kondisi TPA Batulayang, Senin (9/4). Air lindi di kawasan tersebut mencemari lingkungan warga. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Sri Sujiarti yang menangani masalah persampahan, menjelaskan Pemerintah telah mengutamakan penanggulangan dampak limbah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batulayang sejak tahun 2017. Mulai tahun itu, dianggarkan dana untuk penataan TPA yang dibangun tahun 1997 tersebut.

"Pembangunan yang dilakukan tahun 1997 itu semua sarana dan prasaranannya sudah tenggelam (karena lahan gambut) dan pecah, sehingga akses ke mobilisasi pengangkutan sampah yang kita buang tidak bisa lagi masuk ke dalam," terangnya, Senin (9/4).

Akibatnya, warga pun mengeluh. Tumpukan di bagian depan makin tinggi. Penataan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2016 dengan membuat jalan masuk ke dalam lahan yang belum digarap. TPA Batulayang tersebut memiliki luas 30,9 hektar tapi yang terpakai baru sembilan hektare yang berada di depan.

"Penataan itu 2016 sudah ada yang di sana tempat pembuangan sekarang, kemudian yang 2017 di sebelah sini (sisi kiri TPA), kemudian di 2018 nanti kita akan bangun yang di dalam. Termasuk juga ada kita membangun tempat pengolahan lindinya," ucapnya.

Sri Sujiarti menerangkan limbah lindi yang dikeluhkan masyarakat lantaran air sampah itu masuk ke parit warga. Sampai saat ini mereka memang belum punya akses air bersih dan menggunakan parit sebagai MCK. Sementara untuk air minum, menggunakan air tadah hujan.

Penataan ke depan, saluran lindi akan mengepung bukit-bukit sampah yang tingginya sudah belasan meter tersebut. Kemudian, air lindi dialirkan ke satu tempat pengolahan yang akan mulai beroperasi tahun ini. Dia menegaskan penataan TPA Batulayang dilakukan salah satunya untuk mengatasi dampak lingkungan. (bls)