Terindikasi Menelan Aspal, 11 Penyu Mati di Pantai Paloh

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 284

Terindikasi Menelan Aspal, 11 Penyu Mati di Pantai Paloh
Penyu yang ditemukan mati di Pantai Paloh. (ist)
PONTIANAK, SP - Balai KSDA Kalbar, bersama beberapa NGO salah satunya WWF Kalbar, menemukan kematian 11 ekor penyu di wilayah pesisir pantai Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas dalam dua hari patroli.

Dalam kejadian tersebut, Balai KSDA Kalbar menyebut bahwa kematian penyu-penyu tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), dikarenakan dalam satu kali patroli yang dikakukan menemukan 10 ekor penyu yang sudah dalam keadaan mati.

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, Senin (9/4) mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mendapat informasi kematian penyu tersebut dari media sosial pada tanggal 6 April 2018.

Mendapat informasi tersebut, BKSDA menugaskan staf dari Resort Paloh bersama-sama dengan WWF Kalbar yang berkedudukan di Paloh untuk melakukan patroli perlindungan dan pengamanan terhadap satwa (khususnya jenis penyu), di sepanjang pantai pendaratan penyu di luar kawasan TWA Tanjung Belimbing.

Selama patroli tersebut petugas menemukan 10 ekor penyu hijau (Chelonia Mydas) mati. Keesokan harinya ditemukan seekor penyu sisik (Eretmochelys Imbricata) mati di lokasi yang tidak jauh dari lokasi ditemukan kematian sebelumnya.

Pada saat patroli tersebut juga, dikatakannya bahwa tim juga menemukan beberapa gumpalan yang masih diduga merupakan tar aspal dan sampah dalam jumlah yang cukup banyak di pinggir pantai.

“Pada saat dilakukan nekropsi, kondisi penyu tersebut telah mengalami pembusukan sehingga tim hanya melakukan nekropsi secara makroskopis, yakni dengan melihat secara langsung, dikarenakan perubahan secara patologi anatomi ataupun histopatologinya sudah tidak bisa teramati,” ujarnya.

Disampaikannya lagi bahwa berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan pada lima sampel penyu yang terdiri dari empat penyu hijau (Chelonia Mydas) dan 1 jenis penyu sisik (Eretmochelys Imbricata), terdapat empat penyu positif terdapat endapan tar/aspal pada organ tubuh penyu.

“Terhadap hasil nekropsi tersebut indikasi kematian penyu disebabkan karena menelan tar/aspal,” imbuhnya.

Pengaduan tumbuhan dan satwa liar melalui sambungan telpon dengan nomor 08115776767 atau melalui 0561735635. (rah)