Gotong Royong Merawat Parit Kampung Beting

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 224

Gotong Royong Merawat Parit Kampung Beting
Warga gotong royong membersihkan parit Kampung Beting. (SP/Giat)
PONTIANAK, SP - Warga Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, menggelar bakti sosial bersih-bersih parit, Minggu (15/4).

Lurah Dalam Bugis, Herman mengatakan kegiatan tersebut sudah direncanakan sepekan sebelumnya. Fokusnya mengangkat sampah-sampah yang terapung di parit. Ini memang pemberdayaan masyarakat itu sendiri, dengan dua pekan sekali melakukan kegiatan gotong royong.

“Ini bentuk menimbulkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap parit. Kita harapkan masyarakat mempunyai rasa memiliki dan dapat menjaganya,” katanya.

Dirinya yakin ke depan parit Kampung Beting bersih, airnya jernih, tidak ada sampah lagi. Dengan begitu ketika tamu datang pemandangan enak dilihat dan masyarakat pun tidak risih seperti sebelumnya.

Harapan ke depannya, Kampung Beting setara dengan kampung-kampung lainnya di Kota Pontianak yang sudah maju. Dengan sikap gotong royong seperti ini dirinya yakin, kebersamaan warga semakin terjaga.

“Nantinya setiap Rt di Kampung Beting, di parit akan dipasang jala. Dengan begitu terlihat, Rt mana warganya yang masih membuang sampah, dan siapa yang akan membersihkannya,” jelasnya.

Dirinya berkeyakinan jika warga terus bergotong royong seperti hari ini dan mempunyai rasa kesadaran. Dalam satu tahun persoalan sampah yang selama menjadi permasalahan pemukiman tepi Kapuas dapat terselesaikan.

Ketua Rt 3/Rw 11, Ruslan Firmansyah, mengatakan warganya akan terus menerus melakukan hal ini, agar ke depannya hidup bersih menjadi kebiasaan masyarakat itu sendiri.

“Tong sampah akan diadakan, nanti ada tim yang mengambilnya ke setiap rumah. Kemarin warga, setiap rumah dibebankan 10 ribu sebulan dan warga tak mengeluh,” jelas Ruslan.

Dirinya berterima kasih kepada pemerintah kota, yang selama ini memperhatikan Kampung Beting. Dengan selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif, seperti sosialisasi maupun pelatihan untuk warga.  

Ketua Forum Pemerhati Wisata Alam (FPWA) Kalbar, Hendra Gusti menuturkan ide menggerakan masyarakat untuk menjaga parit. Pasalnya, Kampung Beting sudah ditetapkan sebagai kampung wisata, namun permasalahan sampah masih belum diselesaikan.

“Kita mulai mengajak warga untuk membersihkan parit, karena untuk mandi dan mencuci warga masih menggunakan air parit. Penggerak di lapangan itu, kelompok penambang sampan Beting Permai,” ungkapnya.

Dirinya pun tak menampik, membuang sampah ke sungai sudah menjadi kebiasaan masyarakat yang tidak mudah untuk disadarkan. Namun menurutnya penyadaran itu perlu dilakukan, seperti memberikan pengarahan kepada warga perlunya parit bersih.

Ruslan menambahkan, ke depan pemerintah sudah merencanakan program, untuk mengadakan tempat sampah di pemukiman tepi sungai. Untuk saat ini pihaknya baru dapat menyediakan karung, tinggal memikirkan bagaimana pendistribusian dari rumah warga ke tempat pembuangan sampah.

Harapannya kepada pemerintah, agar tempat sampah itu segera direalisasikan. Karena kalau hanya mengandalkan warga untuk membersihkan, hal tersebut tidak cukup.

“Kita butuh tongkang besar di pinggir sungai Kapuas itu, untuk mengangkut sampah yang ada di pinggiran sungai. Mudah-mudahan dalam bulan depan dapat terealisasi, kita sangat berharap peran aktif pemerintah, karena yang mampu meyediakan itukan pemerintah,” tuturnya. (iat)