Dua Prodi Fisip Untan Raih Akreditasi A

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 163

Dua Prodi Fisip Untan Raih Akreditasi A
Fisip Untan. (SP/Giat)
PONTIANAK, SP - Tiga Program Studi (Prodi) Fisip Untan, telah melaksanakan penilaian Akreditasi Prodi. Tiga Prodi tersebut masing-masing sudah ditetapkan penilainya oleh BAN-PT. Adapun yang diakreditasi, Prodi Ilmu Admistrasi Publik dengan Nilai A, Prodi Pembangunan Sosial A dan Prodi Ilmu Komunikasi B.

Dekan FISIP Untan, Sukamto mengatakan akreditasi menjadi penting bagi setiap perguruan tinggi, karena menjadi salah satu penilaian para instansi-instansi dalam mencari pekerja dari lulusan perguruan tinggi.  

“Sekarang sudah ada tiga Prodi, di fakultas ini. Selanjutnya kita mendorong yang lain untuk mencapai nilai yang sama, persyaratannya sudah jelas bahwa sebuah prodi itu bisa A itu. Diantaranya persyaratan tenaga pengajarnya, persyaratan fasilitasnya dan persyaratan lulusannya,” ujar Sukamto, Senin (16/4).


Sukamto meyampaikan, tidak mudah untuk meningkatkan akreditasi. Apalagi pada saat awal dirinya menjadi dekan, akreditasi Prodi di Fisip masih belum maksimal. Namun dengan bekerja semua akhirnya beberapa Prodi mampu meningkat.

Dia juga berpesan akreditasi harus juga disertai dengan kompetensi lulusan, artinya ketika lembaganya bernilai akreditasi A maka kompetensi lulusan harus setara juga, misalnya Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa seharusnya meningkat ke depannya.

“Artinya dengan bekal yang cukup dari kampus, dari segi ilmu kemudian dari segi formalitasnya, dari segi akreditas Prodinya A, kemudian dari segi individual si alumni tadi IPK nya juga baik saya pikir itu sebuah jaminan untuk memperoleh kesempatan pekerjaan,” katanya.

Sukamto bahagia dengan hasil dari peningkatan Prodi di Fisip, namun dirinya tak ingin jumawa. Karena ke depan tentunya akan lebih berat, bagaimana mempertahankan dan lebih memaksimalkan Prodi lain agar bisa mengejar.

Ketua Prodi Administarsi Publik Fisip, Pardi, senang atas hasil ini. Pihaknya sudah satu tahun lebih mempersiapkan untuk akreditasi tersebut, pasalnya ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi untuk meningkatkan akreditasi kampus.

“Sebagai Ketua Prodi, dengan nilai A ini. Diharapkan bisa memperlancar semua, khususnya para alumni  dalam mencari pekerjaan. Karena sekarang syarat pegawai negeri adalah B, jadi kita sudah di atas B, mungkin jauh dipertimbangkan instansi-instansi yang membutuhkan lulusan dari Prodi ini,” ujar Pardi.

Dia mengatakan kualitas mahasiswa juga perlu ditingkatkan. Terutama tambahan pengetahuan dan soft skill dari luar perkuliahan. Seperti teknik komunikasi, kegiatan komputer, maupun bahasa inggris harusnya mahasiswa bisa memperdalam di luar. Karena jika mengharapkan Prodi terbatas sekali.

Dia berharap, mahasiswa perlu meningkatkan daya kritis, dengan berdiskusi atau cara lainnya. Khusus untuk dosen dia berharap ke depan kinerja dosen semakin baik, perkualiahan di kelas penuh.

“Terkait dengan akademik, pelayanan terkait pelayanan administrasi penyimpanan berkas-berkas akan sangat membantu sekali dalam akreditasi berikutnya terutama untuk akreditasi berikutnya akan lebih gampang,” pungkasnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Publik (HMJ-IA) mengatakan perubahan akreditasi prodinya yang mendapat nilai A, menunjukan peningkatan kualitas, mutu, dan daya saing dari sebelumnya.  

“Tentu saja kami sebagai mahasiswa Prodi IAP mendengar hal ini sangat bersyukur, senang dan bangga dengan Prodi yang kami emban sekarang hal ini seperti angin segar bagi kami,” ujar Alif.

Menurutnya dengan akreditasi A, peluang setelah lulus untuk bekerja juga lebih besar karena perusahaan atau lembaga tempat bekerja sangat memperhatikan mengenai akreditasi dari program studi.

Alif Berharap dengan akreditasi ini Prodi IAP mampu membuktikan dan merealisasikan semaksimal mungkin mutu dan kualitasi Prodi yang didapat. (iat)