LAPAN Kembangkan Aplikasi Jalur Keselamatan Pelayaran

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 163

LAPAN Kembangkan Aplikasi Jalur Keselamatan Pelayaran
Para peserta Bimtek Pelatihan Aplikasi Sadewa dan Santanu di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Selasa (17/4). (ist)
PONTIANAK, SP - Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN) tengah mengembangkan aplikasi yang memberikan informasi terkait jalur keselamatan pelayaran.

Aplikasi yang diberi nama Sistem Embaran Maritim (Semar) ini bisa dimanfaatkan nelayan. Pencari ikan bisa memantau dari tempat asal keberangkatan melaut hingga membawa hasil tangkapan ikan.

"Aplikasi Semar juga memberikan informasi lokasi potensi ikan," tutur Kepala Bidang Desiminasi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer (PSTA) LAPAN Bandung, Lilik Slamet, usai memberi materi dalam Bimtek Pelatihan Aplikasi Sadewa dan Santanu di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Selasa (17/4).

Saat ini aplikasi Semar masih dalam tahap pengembangan. Tanggal waktu peluncuran belum didapat. Selain Semar, ada pula aplikasi Sistem Informasi Komposisi Atmosfer Indonesia (Srikandi). Dua aplikasi ini melengkapi aplikasi sebelumnya yakni Satellite-Based Disaster Early Warning System (Sadewa) dan Sistem Pemantauan Hujan Spasial (Santanu).

"Saat ini baru aplikasi Sadewa yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Gencil, sedangkan aplikasi Santanu belum terintegrasi," katanya.

Gencil atau Government and Smart City Landmark merupakan aplikasi dan gambaran umum Kota Pontianak di ranah digital. Lilik menjelaskan, belum terintegrasinya aplikasi Santanu lantaran membutuhkan radar kapal yang dimodifikasi menjadi radar cuaca dan ditempatkan di Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) LAPAN Pontianak.

"Penempatan radar itu baru dilakukan bulan lalu di BPPA-LAPAN Pontianak," tuturnya.

Aplikasi Santanu sendiri berguna untuk memantau kondisi hujan pada radius 44 kilometer dari radar itu ditempatkan dalam waktu bersamaan. Berbeda dengan aplikasi Sadewa yang prediksinya berdasarkan waktu, aplikasi Santanu berdasarkan skala ruang dalam waktu bersamaan.

"Misalnya di Kota Pontianak tidak hujan, kemudian kita ingin bepergian ke arah utara atau selatan, kita bisa mengetahui dengan radius itu masih hujan atau tidak. Di satu tempat hujan, di lokasi lain tidak hujan, bisa kita pantau lewat aplikasi Santanu," terangnya.

Kehadiran Lilik di Pontianak untuk memberikan pembekalan pada para staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pontianak, aparatur kecamatan dan kelurahan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penggunaan aplikasi tersebut.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Uray Indra Mulya mengatakan, saat ini aplikasi milik LAPAN yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Gencil milik Pemkot Pontianak baru Sadewa. Dia pun berharap semua aplikasi yang dimiliki LAPAN, bisa terintegrasi.

Aplikasi Sadewa menurutnya bagus karena bisa memprediksi cuaca tiga hari ke depan, maupun hasil dari tiga hari ke belakang.

"Selama ini mungkin untuk melihat cuaca menggunakan berbagai aplikasi dan informasi dari google. Namun dengan kehadiran aplikasi tersebut informasi cuaca benar-benar spesial dan lebih spesifik untuk wilayah Kota Pontianak," katanya. (bls)