Perbuatan Keji Pembunuh Wanita dalam Septic Tank Terungkap di Rekonstruksi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 772

Perbuatan Keji Pembunuh Wanita dalam Septic Tank Terungkap di Rekonstruksi
Salah satu adegan dalam rekonstruksi pembunuhan Suprihatin. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Polresta Pontianak menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan wanita bernama Suprihatin (37) yang merupakan karyawan Warung Sate Kambing Rojo Koyo, Jalan Mayor Alianyang, Tol Kapuas 2, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang ditemukan tewas di dalam septic tank pada Rabu (28/3) lalu. 

Rekonstruksi tersebut dilakukan di Polresta Pontianak, Jumat (20/4) siang.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli menyampaikan dalam rekonstruksi tersebut dilakukan sebanyak 43 adegan yang menggambarkan secara jelas modus awal mula hingga terjadinya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka atas nama LA.

Motif pembunuhan tersebut dilatar belakangi oleh asmara. Sebab tersangka telah beberapa kali melakukan hubungan badan dengan korban, sehingga korban meminta pertanggung jawaban dari tersangka.

Pada malam kejadian pembunuhan juga tersangka sempat berhubungan badan dengan korban sebelum akhirnya terjadi cek-cok setelah korban kembali meminta untuk dinikahi.

“Dengan tuntutan tersebut, sehingga pelaku berniat menghabisi korban karena diancam akan dilaporkan kepada pemilik warung, dimana korban dan pelaku adalah sama-sama karyawan di warung tersebut,” katanya.

Saat kejadian tersebut dijelaskan Husni bahwa pemilik warung sedang berada di Jakarta menghadiri acara keluarga, sementara pegawai lainnya sedang menghadiri tahlilan keluarganya.

Setelah terjadi cekcok antara korban dan pelaku dikarenakan tuntutan korban tersebut, akhirnya tersangka mengambil ulekan batu cobek yang selanjutnya dipukulkan pada kepala bagian belakang korban, hingga korban tersungkur.

Korban dikatakannya sempat berteriak, sehingga mulut korban dibekap oleh tersangka menggunakan tangan untuk meyakinkan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Selanjutnya, setelah memastikan korban meninggal dunia, tersangka menyeret tubuh korban dan dimasukkan ke dalam septic tank dengan posisi kepala di bawah.

Tersangka kemudian mengambil perhiasan kalung emas milik korban serta sejumlah rokok dari warung.

Sejurus kemudian, tersangka kabur dengan membawa satu sepeda motor kepunyaan pemilik warung untuk kemudian dijual dan uangnya dipergunakan tersangka untuk melarikan diri ke Surabaya dengan menggunakan pesawat.

Atas perbuatan kejinya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 junto Pasal 338 KUHP dan Pasal 339 KUHP karena adanya pencurian yang dilakukan tersangka, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. (rah)