Dinas Klaim 93 Persen Jalan Pontianak Mantap

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 189

Dinas Klaim 93 Persen Jalan Pontianak Mantap
Jalan Tanjungpura. (dok. Suara Pemred)
PONTIANAK, SP – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pontianak, Ismail menyebutkan saat ini sudah 93 persen lebih jalan kota dalam kondisi mantap. Tujuh persen sisanya tersebar di sejumlah wilayah.

“Tapi itu kondisinya, badan jalan sudah ada, tinggal pengerasan,” katanya Kamis (26/4).

Salah satu yang dikerjakan tahun ini adalah Jalan Kebangkitan Nasional. Mulai dari Jalan 28 Oktober sampai simpang Jalan Khatulistiawa sudah dicor beton. Penyelesaiannya akan dilakukan. Jalan itu sendiri juga akan menjadi jalan lingkar dalam Kota Pontianak.

“Masyarakat setempat sudah mau menyerahkan lahan tanpa ganti rugi,” imbuhnya.

Ismail menerangkan lebar jalan lingkar di utara kota sekitar 6 meter di tahap pertama. Namun dalam rencana jangka menengah, lebarnya direncanakan 34 meter dengan desain Pemkot selebar 26 meter atau enam lajur.

“Cuma sesuai dengan anggaran, kita bertahap melakukan pembangunannya,” katanya.

Jalan itu nantinya akan menjadi jalan untuk lalu lintas tronton yang ada dan truk gandeng. Di mana selama ini, kendaraan besar itu lewat di Jalan Gusti Situt Mahmud dan Jalan Khatulistiwa.

“Nanti akan diwajibkan melalui jalan tersebut. Desainnya tentu disesuaikan. 
Jalan masih tetap tanggung jawab kota,” katanya

Ruas jalan lain yang dibangun adalah Jalan Nipah Kuning. Di mana saat ini setengah badan jalan sudah selesai dengan lebar sekitar 5 meter dan rencananya dibangun 9 meter. Tidak ada kendala lahan di area tersebut.

Dia pun merinci, Jalan Sungai Raya Dalam juga akan selesai tahun ini. Namun untuk jalan tembus ke Jalan Parit Haji Husein belum. Akan ada jalan lingkar dari jalan tersebut ke Jalan Harapan Jaya, Jalan Ampera dan Jalan Nipah Kuning.

“Inner ring road Kota Pontianak, keluarnya itu di Jeruju dan kalau jembatan Kapuas Tiga terwujud atau terowongan itu terwujud, akan keluar di Siantan dan akan tembus juga akses di Jalan Kebangkitan Nasional,” jelasnya.

Namun upaya membuat inner ring road ada pula yang terkendala pembebasan lahan. Misalnya di Jalan Pemda Pontianak Timur. Masyarakat belum mau memberikan tanah mereka untuk bangun jalan dengan lebar minimal 16 meter.

“Sekarang masih ada beberapa yang tidak mau menyerahkan, sehingga tak kita kerjakan dulu,” pungkasnya. (bls)