Panglima TNI dan Kapolri Jamin Pilkada Kalbar Aman

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 211

Panglima TNI dan Kapolri Jamin Pilkada Kalbar Aman
Pengarahan dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto kepada personel TNI-Polri di Kalbar terkait Pilkada. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengunjungi Kalbar untuk memberikan pengarahan kepada personel TNI dan Polri, yang dilaksanakan di gedung pertemuan Qubu Resort, Jalan Ahmad Yani II, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (26/4).

Hadi Tjahjanto kepada awak media mengatakan, pengarahan Panglima TNI dan Kapolri adalah terkait dengan soliditas dan sinergitas TNI Polri yang semuanya untuk menjaga pesta demokrasi yang akan dilaksanakan 2018 dan 2019.

“Kita dari TNI-Polri tetap menjaga netralitas untuk mengamankan pesta demokrasi,” katanya.

Kedua dikatakannya terkait dengan ancaman, isu, yang nantinnya kemungkinan akan bergulir dengan adanya berita hoaks, kampanye hitam dan kampanye negatif.

“Sudah disampaikan oleh Panglima TNI maupun Kapolri, semuanya adalah untuk mengantisipasi,” tambahnya.

Diharapkan, dari pelaksanaan paling bawah, yaitu Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas bisa mengantisipasi dan menyukseskan jalannya pesta demokrasi yang nantinya akan dilaksanakan.

Jika ada personel yang tidak netral maka dikatakannya akan ada hukuman. Sebab TNI dan Polri telah mengeluarkan buku putih atau buku saku. Apabila tidak netral maka termasuk dalam pelanggaran sasanti atau kode etik yang dimiliki TNI-Polri.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menuturkan bahwa berdasarkan beberapa penelitian 70 persen permasalahan dalam pelaksanaan Pilkada berasal dari penyelenggara. 

“Mungkin karena cara memplaning kegiatannya kurang pas, di samping itu juga masalah netralitas terutama bukan di tingkat pusat, penyelenggara pusat KPU, kemudian tingkat provinsi, kabupaten/kota. Karena ini gawai tetap, tapi kerawanan itu pada penyelenggara di tingkat kecamatan, kelurahan, desa sampai dengan ke TPS,” ucapnya.

Sebab menurutnya anggota dari penyelenggara direkrut dari orang-orang yang sementara atau adhoc, yang tidak permanen yang jumlahnya mencapai ratusan ribu.

“Itu problemnya,” tuturnya lagi.

Sehingga perlu langkah-langkah secara sistematis dari TNI-Polri, Pemda, KPU, untuk duduk secara berjenjang agar membuat komitmen agar netralitas terjaga atau diminimalisir.

Dia menambahkan satu hal, untuk menyejukkan masyarakat di Kalbar, bahwa kehadiran Panglima TNI dan Kapolri di Kalbar adalah jelas tujuan utamanya untuk menjamin soliditas TNI-Polri dan posisi netral TNI-Polri dalam kontestasi demokrasi tersebut.

Kedua, Kapolri mengimbau kepada tokoh-tokoh masyarakat, partai politik dan lainnya, untuk berkompetisi secara sehat, berdemokrasi secara sehat, sekaligus media dan tokoh masyarakat agar dapat mendinginkan suasana.

Terlalu mahal menurutnya jika hanya untuk perebutan kekuasaan setingkat lokal, harus mengorbankan perpecahan antar lembaga masyarakat, seperti yang pernah terjadi beberapa belas tahun yang lalu.

“Jangan sampai terulang lagi,” tegasnya

Untuk itu dia mengatakan sepanjang TNI dan Polri kompak, kemudian penyelenggara Pemilu dan pengawas Pemilu semua memainkan tugas dengan baik, media juga mendinginkan, Pemda netral dan tokoh masyarakat turut mendinginkan, dia menjamin Pilkada di Kalbar berlangsung aman.

“Pak Kapolri dan Panglima TNI menjamin Pilkada di Kalimantan Barat akan berlangsung aman,” tutupnya. (rah)