Rabu, 23 Oktober 2019


BNN Kalbar Amankan Lima Kilo Sabu dan 4.629 Butir Ekstasi

Editor:

K Balasa

    |     Pembaca: 551
BNN Kalbar Amankan Lima Kilo Sabu dan 4.629 Butir Ekstasi

Pers rilis penangkapan narkoba. (SP/Anugerah)

PONTIANAK, SP - BNN Provinsi Kalbar berhasil mengamankan sebanyak lima kilogram sabu dan kurang lebih 4.629 butir pil diduga ekstasi pada hari Rabu (25/4), sekira pukul 10.00 WIB di sebuah indekos yang berada di Jalan Pendidikan, Gang Bujang Nadi, Kelurahan Tumbok Manggis, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Barang haram itu dibawa dari Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang.

Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh oleh BNNP Kalbar dari masyarakat bahwa adanya mobil merek Toyota Yaris warna silver dengan nomor polisi KB 1602 SQ, dari Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang menuju ke Kabupaten Sambas.

Plt Kepala BNN Provinsi Kalbar, M Ekasurya Agus dalam pers rilis di Kantor BNNP Kalbar, Senin (1/5), mengungkapkan setelah mendapat informasi tersebut, satu hari sebelum penangkapan, tim pemberantasan BNNP Kalbar langsung berangkat menuju Kabupaten Sambas pada pukul 13.00 WIB.

Setiba di Kabupaten Sambas, tim BNNP langsung menuju indekos yang dimaksud. Sesampainya, tim menemukan mobil yang dimaksud terparkir. Tim kemudian membagi tugas untuk mengawasi pergerakan disekitar indekos. Akhirnya, pada pukul 12.05 WIB, terlihat dua orang laki-laki masuk ke dalam mobil yang terparkir, dan keluar dari lokasi parkiran.

“Kemudian tim langsung melakukan penyergapan dan penggeledahan,” katanya.

Setelah penggeledahan, tim menemukan dua kantong plastik yang disimpan didekat kaki satu diantara tersangka yang duduk di kursi sebelah kiri atas nama EL, pada mobil yang dikendarai oleh rekannya UR.

Anggota tim memerintahkan EL untuk mengeluarkan bungkusan tersebut dan meletakkannya di atas tanah dan kemudian meminta yang bersangkutan untuk membuka bungkusan tersebut yang turut disaksikan oleh ketua RT setempat.

“Setelah dibuka ternyata benar di dalamnya terdapat empat bungkus yang diduga sabu dengan menggunakan kantong plastik berwarna hitam dan satu bungkus diduga sabu menggunakan kantong plastik berwarna merah,” ujarnya.

Tersangka atas nama EL sempat mengelak saat akan diamankan, namun setelah ditemukannya barang bukti tersebut, dia mengakui bahwa barang tersebut merupakan narkotika jenis sabu.

Kemudian tim menggeledah tubub kedua tersangka dan menemukan kembali satu paket kecil sabu yang disimpan disaku celana depan tersangka UR.

Tidak berlangsung lama, tim kemudian langsung menuju kamar indekos untuk menggeledah dan menemukan satu paket kecil sabu yang disimpan oleh tersangka UR di dalam mainan kecil berbentuk doraemon.

“Tim langsung menanyakan darimana saudara EL mendapatkan sabu tersebut dan mereka menjawab bahwa sabu tersebut didapat dari seorang yang berada di Sanggau Ledo,” tambahnya.

Mendapat informasi berharga tersebut, tim melanjutkan pengembangan hingga ke Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang bersama kedua tersangka untuk menunjukkan lokasi, yang sebelumnya tim sudah berkoordinasi dengan Polsek Sanggau Ledo dan melakukan penyergapan terhadap tersangka lain atas nama YO.

Pada saat penggeledahan tersebut, tim menemukan pil yang diduga merupakan ekstasi sebanyak tiga bungkus dengan jumlah kurang lebih 4.629 butir berbagai bentuk dan warna yang disembunyikan didalam gerobak motor cilok.

Ketiga tersangka kemudian dibawa ke Pontianak untuk menjalani proses selanjutnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, diduga bahwa asal muasal seluruh barang haram tersebut dari negara Malaysia melalui jalur Jagoi Babang.

Eka mengatakan juga bahwa Kalbar saat ini tidak lepas dari peredaran gelap narkoba, yang dinilai sudah sangat darurat.

Sejak awal tahun dikatakannya sudah lebih dari 40 kilogram penangkapan terhadap narkotika yang juga ditambah penyerahan penangkapan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas. (rah)