Polisi Dalami Dugaan Persekusi Warga Jalan Siaga

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 1630

Polisi Dalami Dugaan Persekusi Warga Jalan Siaga
Laporan polisi korban persekusi. (ist)
KUBU RAYA, SP - Seorang warga di jalan Siaga, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya bernama Akhiang, dianiaya oleh sekelompok orang. 

Akibatnya, korban mengalami memar di bagian muka dan mengalami luka sobek di bagian kepala yang diduga terkena hantaman benda tumpul. 

Foto-foto korban yang berlumur darah pun sempat menyebar di linimasa media sosial, Facebook. Kejadian nahas yang menimpa Akhiang ini terjadi pada Selasa (1/5) kemarin.

Suara Pemred mencoba mencari informasi tentang keadaan korban, pasca mendapat perlakuan penganiayaan tersebut, sekaligus ingin mengkonfirmasi bagaimana kronologis kejadianya, dengan mendatangi kediaman korban yang berada di Jalan Siaga. 

Namun sayangnya, di rumah korban tidak ada yang bisa ditemui. Rumah korban tampak sepi. Semua pintu terlihat tertutup rapat. 

"Orangnya tidak ada dari kemarin," kata seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya. Warga ini merupakan tetangga korban.

Warga tersebut mengaku bahwa, memang pada Selasa pagi kemarin, sekitar pukul delapan lewat, rumah korban didatangi oleh sekelompok orang. Dia juga tidak tahu persis sekelompok orang tersebut dari mana datangnya.

"Tahu-tahunya sudah berantem," ujarnya. 

Kapolresta Pontianak, AKBP Wawan Krisyanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang mendalami kasus penganiayaan yang dialami oleh korban bernama Akhiang tersebut. 

"Kita sedang melakukan penyelidikan. Kita sedang memeriksa saksi-saksi. Kemudian kita juga sudah melakukan pemeriksaan terharap orang yang diduga sebagai pelaku," katanya kepada wartawan, Rabu (2/5).

Sejauh ini kata Kapolres, orang yang diduga pelaku, baru satu orang yang telah diperiksa. Motif penganiayaan yang dialami korban diduga karena kesalah pahaman yang bermula dari media sosial. 

Dimana, ada akun Facebook yang mirip korban mengunggah pernyataan yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian. Lantas, hal itu kemudian memicu kemarahan oleh sekelompk orang tersebut dan berujung pada perbuatan anarkis dengan persekusi.

"Kasus ujaran kebencian ini kita masih melakukan penyelidikan. Kemudian kita akan melakukan upaya hukum. Kita di back-up dari Direskrimum dan Direskrimsus Polda. Kalau ada perkembangan kita akan informasikan segera," pungkasnya. (abd)