Himapol Untan Gelar Dialog Publik Nasional 20 Tahun Reformasi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 253

Himapol Untan Gelar Dialog Publik Nasional 20 Tahun Reformasi
Dialog publik nasional Himapol Untan. (ist)
PONTIANAK, SP - Himpunan Mahasiswa Ilmu politik (Himapol) Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu politik Universitas Tanjungpura Pontianak, sukses melaksanakan Dialog Publik Nasional, mengangkat tema "Dengan Semangat 20 Tahun Reformasi, Kita Bangun Peradaban Demokrasi No Politik Uang dan No Politisasi SARA dalam Pilkada”, dilaksanakan di Ballroom Hotel Kapuas Palace Pontianak, Kamis (3/5) lalu.

Dalam kegiatan ini, beberapa narasumber yang hadir diantaranya anggota DKPP RI, Alfitra Salam, Komisioner KPU RI, Viryan Azis. Ketua Umum Himapol Indonesia, M Agil Zulfikar, Akademisi Fisip Untan, Jumadi, Ketua FKUB Kalbar Ismail Ruslan.

Selain itu, sebanyak 500 orang peserta dan semua tamu undangan juga turut hadir dalam kegiatan ini diantarnya kepala daerah se Kalbar yang diwakili Kesbangpol, KPU se Kalbar, Ketua Bawaslu Provinsi dan Panwaslu Se Kalbar, Pimpinan partai politik , Ormas, OKP, LSM dan BEM se-Kota Pontianak.

Ketua Umum Himapol Fisip Untan, Hengki Hayatullah dalam sambutannya mengatakan bahwa pada 21 Mei tahun ini, segenap rakyat Indonesia akan memperingati 20 tahun reformasi, sebuah peristiwa yang mengubah sejarah bangsa Indonesia dari orde baru yang disebut otoriter, manakutkan dan represif menjadi era orde reformasi yang penuh kebebasan dan ekspresif. 

Menurutnya reformasi yang sudah berjalan hampir 20 tahun, semakin jauh dari nilai-nilai tersebut. Adapun yang paling mencolok adalah semangat persatuan dan keseragaman sebagai anak bangsa Indonesia tidak lagi terlihat. 

“Kita lebih mementingkan golongan sendiri, kelompok dan individu kita dari pada kepentingan umum. Kita bahkan menjadi manusia-manusia yang individualis dan egois,” ujarnya.

Dikatakannya lagi bahwa momentum 20 tahun reformasi harus dijadikan titik awal untuk kembali kepada semangat Pancasila. 

“Biar bagaimanapun pilkada harus kita syukuri, apapun hasilnya jangan merusak mozaik kebinekaan yang kita punya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Untan, Kamarullah menyampaikan, selaku wakil rektor Universitas Tanjungpura, dirinya mengaku sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa-mahasiswa Fisipol. 

“Kegiatan seperti ini merupakan salah satu daripada upaya-upaya pencegahan dari permasalahan Pilkada yang disoroti oleh Himapol yaitu politik uang dan polarisasi SARA dalam Pilkada,” katanya.

Untuk itu, dia berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat. 

“Kita semua berharap Pilkada sebagai ajang untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, bukan sebagai pemecah belah bangsa. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menyukseskan Pilkada Kalbar,” tandasnya. (rah)