65.258 Orang Meninggal, Akta Kematian Terbit Baru 19.043

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 254

65.258 Orang Meninggal, Akta Kematian Terbit Baru 19.043
Petugas memberikan materi Bimtek. (balasa/sp)
PONTIANAK, SP - Hingga Februari 2018, berdasarkan data peristiwa kematian dari kelurahan, 65.258 warga Pontianak meninggal dunia, namun dari jumlah itu hanya 19.043 lembar akta kematian yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pontianak.  Sementara khusus di tahun 2017 capaian penerbitan akta kematian sebesar 76 persen. Lebih 6 persen dari target nasional.

"Ini menunjukkan kesadaran warga masyarakat untuk mengurus akta kematian bagi anggota keluarganya yang meninggal dunia, relatif masih rendah," kata Kepala Dukcapil Pontianak, Suparma usai Bimtek Pengisian Buku Pokok Pemakaman bagi Pengurus Makam Kota Pontianak, di Aula Kantor Terpadu, Jalan Sutoyo, Senin (14/5).

Akibat dari tidak dilaporkannya peristiwa kematian itu ke Dukcapil, tingkat akurasi data penduduk menjadi tidak maksimal. Di mana jumlah penduduk di dalam database tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Sejatinya, peristiwa kematian sebagai salah satu peristiwa penting, wajib dilaporkan selambatnya 30 sejak tanggal kematian.

Akta kematian sendiri penting bagi para ahli waris sebagai bukti otentik meninggalnya seseorang, misalnya untuk keperluan klaim asuransi, perbankan, penetapan waris, peralihan hak property, dasar perubahan status cerai mati bagi pasangan yang ditinggalkan, dan sebagainya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dukcapil menggandeng petugas pemakaman. Peningkatan pencatatan peristiwa kematian, salah satunya ditempuh dengan pengisian buku pokok pemakaman oleh para pengurus makam. Dengan adanya Buku Pokok Pemakaman ini para pengurus makam nantinya akan memiliki data warga yang dimakamkan, sehingga dengan data tersebut Disdukcapil dapat menerbitkan akta kematian yang bersangkutan.

Mekanismenya bisa dengan aplikasi SiPacak yang akan disinergikan dengan pemakaman dan RT, atau pun secara langsung. Sementara dengan buku pokok pemakaman, mereka akan dikumpulkan lagi per wilayah untuk verifikasi data pelaporan kematian.

"Bimtek ini diberikan secara bertahap, tahap awal diperuntukkan bagi pemakaman muslim, tahap selanjutnya sasaran pada pengurus pemakaman non muslim," katanya.

Suparma menjelaskan perlu kerjasama yang baik antara pengurus RT, pengurus pemakaman, dan pihak Kelurahan dalam proses penerbitan akta kematian. Dengan adanya Buku Pokok Pemakaman, para ahli waris dapat langsung memproses akta kematian almarhum dengan menyerahkan syarat berupa fotokopi Kartu Keluarga almarhum, pengantar RT setempat, dan fotokopi surat keterangan kematian dari RS, kepada pengurus makam.

Selanjutnya data akan diproses di Disdukacapil, dan ahli waris dapat mengambil akta yang telah jadi di Disdukcapil Kota Pontianak dengan membawa Kartu Keluarga yang asli untuk diterbitkan Kartu Keluarga yang baru.

"Bukan tidak mungkin nanti mereka tinggal ambil akta kematian di RT atau pengurus pemakaman langsung," pungkasnya. (bls)