Polisi Jaring Muda-mudi Mesum dan Mabuk Miras

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 249

Polisi Jaring Muda-mudi Mesum dan Mabuk Miras
Muda-mudi yang dijaring polisi. (SP/Anugerah)
PONTIANAK, SP - Puluhan orang terjaring dalam Operasi Penyakit Masyarakat (PEKAT) yang dilakukan oleh Polresta Pontianak. Orang-orang yang terjaring tersebut mulai dari beberapa pasangan bukan suami istri yang berada pada satu kamar hotel, hingga pemuda-pemuda yang sedang minum-minuman keras.

Pada operasi yang dilakukan Minggu (13/5), sejak pukul 21 30 WIB tersebut, Kasat Sabhara Polresta Pontianak, Kompol Edy Haryanto mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan atas perintah Kapolresta Pontianak yang akan dilaksanakan selama sembilan hari.

Operasi represif tersebut menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat, diantaranya prostitusi, miras, narkoba, membawa sajam dan lain-lain.

Dia juga mengatakan bahwa operasi tersebut gencar dilakukan untuk menyambut bulan Ramadan agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan baik.

“Jadi malam ini kita secara serentak, Polresta Pontianak dan jajaran, Polsek Barat, Polsek Timur,” ujar Edy.

Polresta Pontianak dalam kegiatan ini mengerahkan belasan personel Sabhara Polresta yang turut dikawal oleh beberapa personel bersenjata laras panjang lengkap.

Beberapa hotel kelas melati menjadi sasaran pemeriksaan, diantaranya Hotel Mini, Duta In, Khatulistiwa, dua hotel Aroma in dan cottage. 

Dari hasil operasi yang dilakukan oleh Sabhara Polresta tersebut berhasil menjaring delapan pasangan, sementara Polsek Barat menjaring tiga pasangan serta satu orang yang minum minuman keras, dari Polsek Pontianak Timur menjaring dua pasangan bukan suami istri beserta lima orang yang sedang minum-minuman keras.

Para pasangan dan masyarakat yang terjaring tersebut dikatakan Edy akan diberikan tipiring dengan dilakukan pemeriksaan cepat dan selanjutnya disidang di Pengadilan Negeri Pontianak.

“Iya, mereka diinapkan dulu, seperti biasa, nanti malam ini juga kita langsung dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya.

Menurutnya Kapolresta Pontianak secara gencar memerintahkan agar kegiatan tersebut dilakukan setiap malam. Baik melaui patroli daerah rawan, maupun langsung melakukan penindakan hukum.

Dalam operasi tersebut, Polresta turut mengamankan seorang anak di bawah umur yang sedang berduaan dalam satu kamar di cottage di wilayah Tanjung Hulu.

Anak di bawah umur tersebut saat digrebek didalam kamar mengaku merupakan warga daerah Kabupaten Landak, sementara laki-laki yang bersamanya merupakan warga daerah Kabupaten Kubu Raya.

Dia juga sempat mengaku jika laki-laki yang bersamanya tersebut merupakan abang angkatnya. Tidak yakin dengan keterangan keduanya, polisi juga turut menggiring keduanya ke Mapolresta Pontianak.

“Kalau sudah laki-laki, perempuan yang bukan muhrimnya berada di satu kamar ya kita harus ada indikasi,” tambahnya.

Untuk itu pihaknya dari Sabhara Polresta Pontianak, mengimbau kepada masyarakat menjelang lebaran agar bisa menjadi Polisi bagi diri sendiri, pada waktu ibadah agar tidak meninggalkan rumah dalam keadaan tidak terkunci dan tetap memperhatikan peralatan rumah tangga seperti kompor agar selalu diperiksa saat akan keluar rumah. (rah)