Distributor di Pontianak Wajib Lapor Stok

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 340

Distributor di Pontianak Wajib Lapor Stok
Kadiskumdag Pontianak Haryadi. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi Tri Wibowo menegaskan para distributor pangan dan agen-agen besar harus melaporkan stok yang mereka miliki secara online ke dinas. Selama ini, mereka tidak pernah melapor secara signifikan. Ada sedikitnya 30n distributor di Pontianak.

"Semua distributor tentu punya staf, dia bisa masukkan data ke Disperindag secara online. Jumlahnya yang masuk berapa, keluar berapa, stok berapa yang stay," katanya usai rapat TPID Pontianak, Selasa (15/5).

Laporan itu nantinya akan dikoneksikan dengan Gencil serta papan informasi harga yang ada di pasar-pasar tradisional. Masyarakat bisa melihat berapa stok yang ada di distributor secara transparan. Selama ini walau ada harga tertera di pengumuman, tetap saja terjadi kelangkaan. Hal ini menurut Haryadi terjadi karena informasi stok yang ada di distributor tidak terbuka.

"Sekarang mereka kita ajak dan rangkul bekerja sama membuat MoU kerja sama, mereka wajib menyampaikan stok secara online baik melalui WhatsApp maupun email," katanya.

Dia menegaskan jika mereka tidak menyampaikan stok yang ada, maka akan dilaporkan ke Kementerian Perdagangan agar izin distributornya dicabut. Hal ini merupakan salah satu mengendalikan inflasi, sehingga masyarakat punya keyakinan keterbukaan dan transparansi informasi stok yang ada di Pontianak.

"Sekarang distributor harus aktif menyampaikan data-data itu. Yang jelas H-2 tim kita turun ke lapangan, baik yang di distributor mengawasi stok distribusi yang ada. Sampai hari ini terkendali," ucapnya.

Malah dari informasi yang sudah masuk, stok aman sampai enam bulan ke depan. Walau dari cacatan TPID, April sampai Mei di tahun sebelumnya kecenderungan ada kenaikan, tapi justru kini ada turun. Artinya stok terkendali.

"Kita tetap, kebutuhan bahan pokok kita pantau makanya kita informasikan melalui informasi bahan pokok digital di pasar dan aplikasi di smartphone. Di situ tidak bisa dibohongi. Jika harga di pasar beda, mereka bisa komplain, sampai sekarang kan tidak ada yang komplain," jelasnya.

Adanya kepastian harga di seluruh wilayah membuat orang tidak perlu belanja jauh dari tempat mereka tinggal. Apalagi pemerintah terus berkoordinasi dengan Pertamina dan Bulog untuk menjaga pasokan lain. (bls)