Tiga Pria Tewas Dalam Lambung Ponton

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 209

Tiga Pria Tewas Dalam Lambung Ponton
Ilustrasi. (Net)
PONTIANAK, SP - Tiga orang pria tewas mengenaskan saat mencari karat besi di dalam sebuah lambung kapal ponton atau kapal tanker di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (13/5).

Ketiga korban yang tewas tersebut yaitu atas nama Deni, Adi dan Ian. Ketiganya ditemukan oleh abang dari korban atas nama Deni, warga Kelurahan Parit Mayor, Hamdani.

Hamdani yang juga merupakan pencari karat besi mengatakan, bahwa dirinya menemukan korban sekitar pukul 22.00 WIB, saat dirinya juga mencari karat besi bersama rekannya.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya korban atas nama Deni sempat pulang sebentar, namun setelah itu pamit kembali untuk mencari karat besi. Kemudian, dirinya juga turut pergi untuk mencari karat besi pada ponton di sekitaran dermaga, Rumah Sakit Asrama Gatot.

Saat mencari karat besi tersebut, dia menuturkan bahwa perasaannya sudah tidak nyaman dan merasa gelisah, serta tidak semangat. Setelah mencari karat besi sebentar, akhirnya Hamdani bersama rekannya berpindah dari lokasi tersebut untuk mencari adiknya.

“Ndak kayak biasanye, badan saye terasa ringan, aneh lah,” ujar Hamdani.

Setelah sampai di lokasi penambahan ponton yang berada tepat di depan gudang PT Ketapang Indah Plywood, dia bersama rekannya langsung menambatkan sampan dan naik ke atas ponton tersebut.

Saat sampai di lokasi, Hamdani melihat beberapa barang milik ketiga korban di sekitaran dekat lubang tersebut, kemudian dia memeriksa ben hole tongkang, yang hanya terbuka dua buah lubang sedalam 7 meter. Betapa terkejutnya, dia melihat ketiga korban sudah terbaring bertumpuk tepat di bawah tangga turun.

“Nangis saya dari atas, minta tolong. Security perusahaan ndak berani turun. Lalu saya pulang panggil orang-orang kampung, tapi tidak ada yang berani bantu juga,” katanya.

Beberapa warga berinisiatif, melapor atau menghubungi pihak kepolisian, guna membantu upaya evakuasi ketiga jenazah korban.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya lubang tersebut, memang tidak boleh dimasuki minimal tiga hari setelah dibuka, sebab diperkirakan mengandung gas beracun yang berbahaya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol M Husni Ramli mengatakan, Jenazah korban baru dapat dievakuasi sekitar pukul 09.30 WIB oleh Basarnas Pontianak, dibantu oleh Personel KP3L, Polresta Pontianak Kota dan Polsek Sungai Raya.

“Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Soedarso untuk dilakukan visum,” tandasnya.

Menurut Husni, proses evakuasi sempat sulit untuk dilakukan, dikarenakan kadar gas beracun yang ada di dalam tongkang tersebut terlalu tinggi, sehingga harus menunggu alat-alat dari tim Basarnas. (rah/bob)