Pemkot Rutin Pelihara Saluran

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 319

Pemkot Rutin Pelihara Saluran
Pemeliharaan saluran. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak menjelaskan pihaknya rutin melakukan pemeliharaan saluran air. Sistem jaringan yang ada saat ini sudah lumayan baik. Hanya memang, hujan turun kerap membuat Sungai Kapuas penuh, akibatnya air yang menggenangi sejumlah wilayah turun dengan lambat. 

"Karena menunggu air Sungai Kapuas surut," katanya Rabu (16/5).

Permukaan tanah yang datar dan berada di antara 0,5-1 meter di atas permukaan laut membuat air menggenang. Apalagi ada beberapa daerah yang berada di bawah permukaan air pasang maksimal. Akibatnya tanpa hujan pun, sejumlah wilayah akan tergenang lantaran air pasang.

"Jadi pada saat hujan seperti tadi malam terjadi genangan dan ditambah  air Kapuas yang naik, maka akan tergenanglah beberapa titik yang ada, karena air turun mengantre setelah air Kapuas surut," jelasnya. 

Dia memastikan genangan air di Pontianak hanya akan terjadi beberapa jam saja. Kuncinya ada disurutnya air di sungai Kapuas. 

"Ini karena sistem saluran gang sudah baik. Pemerintah Kota pelihara terus secara berkala," imbuhnya. 

Namun memang ada titik-titik lokasi di mana bangunan rumah warga berada di atas saluran air. Misalnya di Gang Dungun, Parit Tokaya. Bangunan tersebut menghambat aliran air. Pihaknya sudah mensosialisasikan pada masyarakat  setempat untuk tinggal di rusun yang telah dibangun pemerintah pusat. Hanya sampai kini, rusun Harapan Jaya itu belum diserahkan pada Pemkot Pontianak. 

"Kalau masyarakat setempat sudah pindah ke rusun, maka penampang basah Parit Tokaya akan kembali lagi 14 meter. Saat ini hanya sekitar 6 meter saja," katanya. 

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Saptiko menerangkan genangan di Pontianak memang sempat terlihat di Sungai Raya Dalam akibat parit penuh. Air limpahan dari Kubu Raya membuat sejumlah komplek di ujung batas kota sempat tergenang. Itu pun hanya bagian depan. Di Jalan Perdana air juga menggenang sebentar. 

"Sementara tidak ada yang mengungsi dan memerlukan bantuan. Daerah rawan genangan di Pontianak itu di Sungai Raya Dalam dan Perdana ujung," katanya. 

Genangan terjadi akibat hujan yang turun dua malam berturut-turut dan limpahan air dari Kubu Raya. Di sisi lain, Sungai Kapuas pun pasang. 

"Saya lihat alur dari jalan itu, dari daerah Kubu Raya masuk ke parit. Paritnya mesti tak hujan dia penuh. Kondisi paritnya bagus tidak ada sampah dan gulma tapi air penuh," pungkasnya. (bls)