Pj Gubernur Minta Masyarakat Taat Bayar PKB

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 207

Pj Gubernur Minta Masyarakat Taat Bayar PKB
PAJAK KENDARAAN - Pj Gubernur Kalbar, Dodi Riyadmadji memasangkan rompi kepada petugas dari Program Samsat Home Sevice, di Balai Petitih, kemarin. (SP/Anugrah)
PONTIANAK, SP - Pj Gubernur Kalimantan Barat, Dodi Riyadmadji berharap masyarakat Kalimantan Barat bisa taat membayar pajak kendaraan bermotor. 

Dodi menerangkan, membayar pajak merupakan salah satu bentuk kesadaran dan perhatian masyarakat terhadap daerah, khususnya pembangunan di Kalimantan Barat.

“Perlu diketahui bahwa pembangunan di Kalimantan Barat ini sebagian besar dibiayanya berasal dari pajak daerah,” kata Dodi, kemarin.

Saat ini, kata Dodi masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana pembangunan infrastruktur terus dilakukan yang mana notabene uang pembangunan itu berasal dari pajak. Masyarakat Kalimantan Barat, sudah semestinya mencintai daerah, salah satunya bisa diwujudkan dengan taat membayar pajak. 

“Karena itu, kita semua harus taat pajak, sebab pajak itu kontribusinya nyata dalam mendukung sektor pembangunan negara,” imbuhnya. 

Selain itu, ia juga mengingatkan kepada para pemilik kendaraan yang masih memakai plat nomor polisi (nopol)  dari luar daerah Kalbar, agar segera mengurus proses mutasinya ke wilayah Kalbar.

"Supaya ke depan, kendaraan ini bisa terdaftar menjadi kendaraan yang berplat wilayah Kalimantan Barat," jelasnya. 

Selain mengimbau masyarakat untuk taat membayar pajak, Dodi juga meminta masyarakat memaksimalkan berbagai inovasi yang sudah dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Provinsi Kalimantan Barat terhadap pelayanan dan kemudahan dalam membayar pajak. 

"Seperti diketahui, BPKPD Kalbar telah meluncurkan aplikasi smart service yang saat ini telah tersedia di Play Store dengan nama Samsat Kalbar, " kata Dodi.

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang terintegrasi dengan sistem aplikasi Samsat, khususnya aplikasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. 

Masyarakat, tambahnya juga bisa memanfaatkan Samsat Home Service yang merupakan layanan ekstra, dimana petugas pajak akan datang ke rumah wajib pajak yang hanya melalui panggilan telepon.

“Inovasi-inovasi ini tujuannya tidak lain adalah untuk mengoptimalkan pelayanan pajak kendaraan bermotor secara profesional, sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat. Jadi harus dimanfaatkan," pesannya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pajak Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Pitter Bonis menuturkan penghasilan pajak kendaraan bermotor hingga tanggal 31 Januari kemarin mencapai 9.75 persen. Pencapaian itu meningkat dari sebelumnya 415 wajib pajak yang membayar, kini 420 orang sudah membayar pajak sampai akhir Januari lalu.

"Jadi awal tahun ini untuk PKB, khusus di bulan pertama triwulan satu masih sesuai dengan rencana kita," ungkapnya di Pontianak, belum lama ini.

Kenaikan itu, dikatakan Pitter dikarenakan langkah aktif BPKPD dengan mulai memberlakukan sistem jemput bola untuk penagihan. Sebelum diberlakukan sistem jemput bola realisasi yang dicapai hanya  6 sampai 7 persen per bulannya. 

"Sekarang bisa naik, bahkan sampai 10 persen jadi ada kenaikan dua sampai tiga persen dengan kegiatan jemput bola ini," terang Pitter.

Disinggung mengenai program bulan sadar pajak, Pitter mengaku pada tahun  2018 belum mengetahui apakah kebijakan itu akan diberlakukan kembali atau tidak.

"Itu kan kebijakan pimpinan tentu juga akan ada evaluasi, apakah program itu harus kita keluarkan lagi atau bagaimana," katanya.

Ia berharap seluruh wajib pajak untuk tidak bergantung kepada program bulan sadar pajak. Program bulan sadar pajak itu sebenarnya adalah upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangkal tunggakan, bukan berarti program itu membuat seluruh wajib pajak menjadi  manja. (nak/jek/bob)