Jaga Harga, Pemkot Siapkan 2.500 Sapi

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 408

Jaga Harga, Pemkot Siapkan 2.500 Sapi
Kadis Ketahann Pangan, Pertanian dan Perikanan Pontianak, Bintoro. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP – Pemerintah Kota Pontianak lewat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan telah menyiapkan 2.500 ekor sapi untuk menjaga harga di pasar di bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Daging sapi memang jadi satu di antara komoditi yang mempengaruhi inflasi di hari besar tersebut selain beras, daging ayam dan telur.

“Daging sapi, kita sudah siapkan 2.500 lebih ekor sapi siap potong. Makanya sudah dua hari kita pantau harga masih stabil Rp120 ribu,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Pontianak, Bintoro, Kamis (17/5).

Dia mengingatkan masyarakat untuk membeli daging sapi segar hanya dari sembilan pasar tradisional yang ada di kota. Daging-daging di sembilan pasar itu dia jamin kesehatan dan kehalalannya lantaran dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Nipah Kuning dan Siantan.   

“Harapan saya nanti, masyarakat langsung saja ke meja yang ada di bawah pemerintah, yang di luar itu tidak resmi, kita tidak bisa menanggung kesehatan dan kehalalannya karena pemotongan dilakukan di luar Rumah Potong Hewan milik pemerintah,” jelasnya.

Untuk memberi rasa aman, pihaknya sudah sering melakukan razia. Namun memang masih ada ditemukan pedagang daging di luar lokasi resmi. Pihaknya pun terus komunikasi dengan Satpol-PP dan kepolisian untuk antisipasi.

“Dari jumlah 2.500 lebih itu, untuk bulan ini kita juga masih akan datangkan sapi dari Kalteng memang untuk penambahan kuota, jangan sampai harga daging melonjak tinggi,” imbuhnya.

Selain sapi, untuk telur dan daging ayam, pihaknya sudah berkomunikasi ke Asosiasi Agribisnis Perunggasan. Telur di Kota Pontianak harapannya bisa tersedia 30 ton. Sementara untuk ayam potong, sudah tersedia 300 ribu ekor untuk disebar ke peternak di beberapa kota di Kalbar.

“Jadi nanti penyebarannya kan kuota (ayam) Pontianak 15-16 ribu ekor . Karena ada peternak di luar asosiasi yang memelihara, jadi stok insyaallah aman. Mudah-mudahan bisa terkendali dan diprediksi tidak mengalami kenaikan signifikan. Kita pantau terus,” jelasnya. (bls)