Sepekan Ramadan, Harga Pangan di Pontianak Stabil

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 278

Sepekan Ramadan, Harga Pangan di Pontianak Stabil
Harga pangan di aplikasi Gencil.
PONTIANAK, SP – Sepekan Ramadan berjalan, harga pangan masih stabil. Berdasarkan Info Pangan di aplikasi Gencil, Rabu (23/5) harga gula pasir masih stabil di angka Rp12.200 per kilogram, sementara kenaikan terjadi di daging ayam ras yang Rp34.200 per kilogram. Naik Rp200 rupiah dari harga dua hari sebelumnya. Kenaikan sama juga terjadi di telur ayam ras ukuran kecil yang menjadi Rp1.410 per butir. Di mana pada Jumat (18/5) harganya tercatat Rp1.330 per butir.

“Tahun ini lonjakan sembako tidak terjadi, tahun lalu bawang putih dan gula naik, tapi sekarang semua sesuai harga eceran tertinggi. Ada naik tapi tidak begitu berarti, misalnya ayam,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak, Haryadi Tri Wibowo.

Info Pangan yang ada dalam aplikasi Gencil merupakan pemantau harga yang jadi standar harga di pasar-pasar di Pontianak. Harga yang tertera dalam aplikasi, juga terpasang di papan informasi pangan yang ada di sembilan pasar tradisional. Dengan demikian, pembeli bisa langsung melihat harga tanpa penjual bisa sembarang memainkan.

“Itu supaya disparitas harga sembako tidak begitu jauh perbedaanya,” imbuhnya.

Dia memastikan untuk stok pangan masih aman sampai enam bulan ke depan. Apalagi saat ini pihaknya memiliki neraca stok yang datanya didapat langsung dari gudang distributor. Untuk menjaga ketersediaan dan mengendalikan harga, stok kurang lebih 30-an distributor pangan di Pontianak dipantau. Tiap minggu, mereka wajib menyampaikan ketersediaan barang yang ada di gudang.

“Sekarang kita punya startegi pengedalian harga dan stok melalui distributor, sehingga mereka tidak bisa menyembunyikan stok. Tiap minggu mereka wajib menyampaikan stok yang ada,” katanya.

Pelaporan dilakukan lewat aplikasi WhatsApp atau surat elektronik. Data yang masuk kemudian dihimpun oleh petugas di dinas. Pelaporan stok ini wajib dilakukan. Jika bandel, bisa-bisa izin usaha mereka dicabut.

“Kita akan cabut izin usahanya. Kenapa? Informasi ini akan kita sampaikan ke provinsi dan Kementerian Perdagangan, artinya pemerintah pusat tahu stok yang ada di Pontianak itu berapa,” jelasnya.

Dari laporan tersebut, pemerintah pun bisa melakukan antisipasi jika terjadi kelangkaan barang di distributor. Entah itu lewat operasi pasar, atau cara lainnya.

“Yang pasti, sampai hari ini stok enam bulan ke depan aman,” pungkasnya. (bls)