Media Abal-abal Coreng Nama Baik Pers Indonesia

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 367

Media Abal-abal Coreng Nama Baik Pers Indonesia
Kegiatan Saring Sebelum Sharing, di Mercure Hotel. (SP/Nana)
PONTIANAK, SP - Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo membeberkan saat ini ada banyak media tidak jelas yang tumbuh atas nama pers di Indonesia. 

Hal itu diungkapkan Yosep saat mengisi acara Saring Sebelum Sharing bertema "Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme  di Masyarakat Melalui FKPT Kalbar" yang berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (24/5).

"Sekarang ini banyak wartawan yang kalau dalam bahasa kami disebut wartawan abal-abal, medianya namanya nyentrik seperti misalnya KPK, ICW, Kontras bahkan ada yang namanya BIN, " kata Yosep dihadapan para peserta kegiatan. 

Kehadiran media-media tidak jelas seperti ini menurut Yosep, tujuannya biasa hanya untuk memeras sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat. Ketakutan banyak pihak terhadap wartawan juga dinilai jadi penyebab mengapa para pelaku media tidak jelas ini kadang gampang beraksi di lapangan. 

"Mereka ini biasanya media mingguan, tapi kadang terbit kadang tidak. Tujuannya untuk memeras orang," terang Yosep.

Karena itu pihak Dewan Pers kata Yosep selalu mendorong agar setiap wartawan mengikuti uji kompetensi wartawan. 

"Setiap wartawan kita dorong mengikuti uji kompetensi untuk mengetahui dia wartawan atau bukan," imbuhnya.

Dikarenakan profesi wartawan sekarang banyak disalahgunakan oleh banyak orang serta ada banyak media jadi-jadian maka itu tidak boleh dibiarkan 

"Banyak yang tidak tahu menulis berita, tidak tahu teknik wawancara mengaku dia wartawan untuk menakut-nakuti dan memeras orang, tidak boleh kita biarkan negara ini kebebasan persnya dibajak oleh para pencoreng," lanjutnya. (nak)