Tera Ulang SPBU Hindari Praktik Curang

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 403

Tera Ulang SPBU Hindari Praktik Curang
Kadiskumdag Pontianak, Haryadi. (SP/Balasa)
PONTIANAK, SP - Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi Tri Wibowo mengungkapkan tera ulang ke SPBU penting untuk memastikan tidak ada pihak yang curang dalam ukuran. Selisih sedikit saja, menurutnya kerugian akan dirasakan masyarakat. 

"Kalau terjadi selisih satu mili saja per liter, satu hari sekian SPBU di Pontianak  berapa ratus liter bahkan bisa ribu liter, kita kalikan dari nilainya misalnya pertalite, pertamax, itu berapa kerugian," katanya Kamis (24/5).

Jumlah itu baru untuk SPBU, belum alat timbang lain yang berkaitan misal untuk ekspor, rumah sakit, pasar, atau emas. Dengan sudah didapatnya Cap Tanda Tera (CTT) dari Kementerian, UPT Kemetrologian Legal yang kini berada di bawah Diskumdag Pontianak pun bisa bekerja.

"Intinya melakukan pembinaan, misalnya menemukan SPBU yang tidak sesuai standar, kita lakukan pembinaan, layangkan surat bahwa tidak standar dan distandar lagi. Itu juga tidak sengaja, mungkin karena ketidaktahuan tadi," ucapnya. 

Kepastian tera dan tera ulang dikatakan Haryadi akan menciptakan keyakinan kepada konsumen. Membuat mereka percaya bahwa alat ukur yang dipakai benar. 

"Kita sudah melakukan pengawasan, mengapa BBM urgent karena di bulan puasa arus lalu lintas roda dua dan empat yang melintas banyak sekali, kita utamakan jangan sampai dimanfaatkan pemilik SPBU," katanya. 

Selain itu, dia juga memastikan akan bergerak pada toko-toko yang menggunakan timbangan. Apalagi kini sudah menuju Pontianak Tertib Ukur. Tidak ada lagi alasan pemerintah tidak bisa melayani. 

"Kita semua alat tera sudah lengkap, tapi masalah aset menuju proses administrasi. Sambil menunggu proses administrasi kami sudah bisa melaksanakan karena sudah mendapat cap tera dari Kementerian Perdagangan, itu yang lebih penting," katanya.

Selain CTT, pihaknya sudah bisa mengeluarkan Surat Keterangan Pengujian Tera dan Tera Ulang. Dengan demikian, pihaknya bisa mengeluarkan sertifikat untuk semua alat ukur, takaran dan timbang di Pontianak yang sesuai standar. 

"Legalitas dari satu tera atau tera ulang adalah sertifikat, kalau belum ada itu belum sah. Metrologi itu penting buat melindungi konsumen dan pedagang," pungkasnya. (bls)