SPORC Ungkap Sindikat Penjualan Sisik Trenggiling di Melawi

Ponticity

Editor Andrie P Putra Dibaca : 750

SPORC Ungkap Sindikat Penjualan Sisik Trenggiling di Melawi
Penangkapan penjualan sisik trenggiling. (ist)
PONTIANAK, SP - Satuan Polhut Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak yang dibantu Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, berhasil menangkap dua orang pelaku yang akan memperjualbelikan sisik trenggiling (Manis Javanica) di depan Rumah Makan “Alam Raya” Jalan Raya Sintang-Nanga Pinoh Km 2 Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Selasa (22/5).

Kasi Wilayah III balai Gakum Kalimantan, David Muhammad mengatakan, pihaknya telah menetapkan PD (25) dan JN (27), selaku pemilik sisik Trenggiling sebagai tersangka. 

“Penyidik Balai Gakkum masih akan mengusut dan mengungkap pelaku lainnya yang terlibat,” katanya, Jumat (25/5).
 
Kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Kelas II A Pontianak. Pihaknya juga menyita barang bukti berupa 9,45 kilogram sisik Trenggiling, sepeda motor serta barang bukti lainnya. 
 
Penyidik Balai Gakkum menetapkan PD dan JN sebagai tersangka, berdasarkan dua alat bukti telah melanggar Undang-Undang 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya Pasal 21 Ayat (2) huruf d jo. Pasal 40 ayat (2) dengan ancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.
 
Dijelaskannya bahwa operasi tangkap tangan tersebut dimulai ketika Tim SPORC mendapat laporan dari masyarakat akan adanya perdagangan sisik Trenggiling di daerah Nanga Pinoh Kabupaten Melawi. 

Setelah dilakukan pulbaket terlebih dahulu, pihaknya mendapat informasi bahwa perdagangan sisik Trenggiling tersebut akan dilakukan di Rumah Makan Alam Raya, Jalan Raya Sintang-Nanga Pinoh Km 2.

Pada pukul 13.15 WIB, keduanya telah terlihat menunggu di depan rumah makan tersebut, namun pembeli yang ditunggu oleh kedua pelaku tidak kunjung datang.

“Setelah sekian lama menunggu, pelaku yang masih berada diatas motor nampak gelisah dan ingin pergi dari lokasi tersebut, maka sekitar pukul 13.40 WIB Tim SPORC yang sudah mengintai keberadaan pelaku memutuskan langsung menyergap pelaku,” tambah David lagi.

Dari penggeledahan terhadap kedua pelaku, ditemukanlah 9,45 kilogram sisik Trenggiling tersebut.

“PD dan JN telah lama melakukan jual beli sisik trenggiling dan rencananya 9,45 kilogram sisik Trenggiling tersebut akan dijual seharga Rp3,2 juta per kilo kepada pembeli dari Pontianak,” pungkasnya.

Saat ini tim penyidik dari Balai Gakkum masih memburu keberadaan pembeli yang diduga merupakan jaringan dari sindikat perdagangan sisik Trenggiling di Kalimantan Barat. (rah)