Kunjungan Perpustakaan Pontianak Terus Meningkat

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 414

Kunjungan Perpustakaan Pontianak Terus Meningkat
Seorang pelajar SD Bruder Melati tengah mencari buku bacaan di Perpustakaan Taman Alun-Alun Kapuas, Pontianak. (balasa)
PONTIANAK, SP – Kunjungan ke Perpustakaan Daerah Kota Pontianak terus meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Dinas Perpustakaan Pontianak, tahun 2012 terdapat 17.488 kunjungan. Naik jadi 18.997 kunjungan di tahun 2013 dan makin melonjak di tahun 2014 dengan 21.632 kunjungan. Malah terjadi kenaikan hampir dua kali lipat pada 2015 dengan total 40.270 kunjungan. Bertambah jadi 49.107 kunjungan di 2016 dan melonjak di tahun 2017 sebanyak 69.137 kunjungan.

Kepala Dinas Perpustakaan Pontianak, Imran menyebutkan meningkatnya kunjungan, menandakan minat baca warga Pontianak juga tumbuh. Apalagi tren positif ini dicatat dalam kurun waktu lima tahun ke belakang. Di tahun ini, dia yakin hal sama akan terjadi.

“Kita berupaya untuk mempertahankannya, ada rencana dalam bulan-bulan ke depan untuk membuat jadwal (kunjungan),” ungkapnya, Minggu (27/5).

Salah satu hal yang akan dilakukan adalah mengunjungi sekolah-sekolah. Termasuk SMA dan SMK yang kini berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi. Pihaknya akan bekerja sama untuk mencapai hal tersebut.

Imran menilai meningkatnya jumlah kunjungan tak lepas dari upaya mereka meningkatkan minat baca dengan kelengkapan buku dan fasilitas. Sejumlah rumah baca pun disebar. Misalnya Rumah Baca Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Timur, Taman Baca Alun-Alun Kapuas, Taman Baca Akcaya, Taman Baca Digulis dan mobil pintar yang bergerak secara terus di titik-titik keramaian dan sekolah.

"Kami harap setiap tempat bisa menghasilkan kunjungan yang banyak dan minat baca warga Pontianak terus meningkat,” katanya.

Membaca katanya akan meningkatkan pengetahuan. Maka untuk terus mengembangkan pengetahuan masyarakat, ketersediaan akan buku jadi salah satu yang diperhatikan Imran. Saat ini, Perpustakaan Kota Pontianak memiliki 51.036 eksemplar buku dari berbagai judul dan spesifikasi. 

"Buku mau tidak mau kita harus menyesuaikan kebutuhan,” imbuhnya.

Hal lain yang jadi perhatian adalah bagaimana menarik hati masyarakat untuk datang ke perpustakaan atau rumah-rumah baca yang disediakan pemerintah di taman dan sejumlah kecamatan. Cara yang diambil, dengan menyediakan fasilitas internet yang bisa diakses secara gratis.Untuk menyasar pusat-pusat keramaian, tersedia empat buah mobil pintar yang selalu bergerak. Satu di antaranya di lokasi Car Free Day saban Minggu. Pusat keramaian lain seperti acara di kecamatan dan kelurahan pun didatangi.

"Untuk penambahan rumah baca kita harapkan terus dilakukan, tapi tergantung dana. Kedua kita akan koneksikan dengan permintaan masyarakat saat musrembang juga, pada 2018 ini ada yang minta bantu buku juga, maka kita bisa masukan dalam perencanaan jika masyarakat meminta," pungkasnya. (bls)