14 Kapal Ilegal Vietnam Diamankan dalam Sehari

Ponticity

Editor K Balasa Dibaca : 705

14 Kapal Ilegal Vietnam Diamankan dalam Sehari
Kapal vietnam yang diamankan. (SP/Anugerah)
PONTIANAK, SP - Ditjen PSDKP KKP RI bersama Bakamla RI,  menangkap 14 kapal ilegal asing asal Vietnam, saat operasi gabungan, di laut Natuna Utara, Minggu (27/5) pekan lalu.

Penangkapan menggunakan empat kapal pengawas, yaitu kapal Hiu Macan 01 dan kapal Hiu 11 yang merupakan kapal operasi nusantara Bakamla RI, serta kapal Paus 01 dan kapal Orca 01, yang merupakan kapal operasi pengawasan rutin Ditjen PSDKP KKP RI.

Kasubsi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran, Stasiun PSDKP Pontianak, Mochamad Erwin mengatakan sepuluh kapal yang berhasil ditangkap tersebut sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia.

Saat dilakukan patroli tersebut, pihaknya menemukan lebih dari 30 kapal yang sedang menjaring ikan, namun yang berhasil ditangkap hanya sebanyak 14 kapal.

“Yang lain berhasil melarikan diri,” katanya.

Dari 14 kapal yang ditangkap tersebut, sebanyak 10 kapal dibawa ke pelabuhan PSDKP Pontianak, sementara empat kapal lainnya dibawa ke PSDKP Batam.

Awak kapal yang berhasil diamankan dari sepuluh kapal yang dibawa ke PSDKP Pontianak tersebut yaitu sebanyak 74 orang, yang keseluruhannya merupakan warga negara Vietnam.

Di dalam palka kapal yang beroperasi menggunakan Pair Trawl dalam menjaring ikan ini menurutnya terdapat isi ikan berbagai jenis. 

Namun pihaknya belum dapat memastikan secara rinci berapa banyak ikan yang sudah terjaring tersebut dikarenakan masih dilakukan pemeriksaan.

Kapal-kapal tersebut ditangkap karena diduga melakukan pelanggaran pidana bisang perikanan, yaitu melakukan penangkapan ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Laut Natuna Utara tanpa dilengkapi dengan dokumen SIUP dan SIPI yang sah dari pemerintah Indonesia, serta menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang pengoperasiannya di wilayah Indonesia.

Para tersangka tersebut akan dijerat dengan pasal tentang perikanan.

Kapal-kapal tersebut bersama para awak untuk sementara akan dititipkan di PSDKP Pontianak, untuk menjalani proses penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. (rah)