Pengurus HASTIK Periode 2018-2021 Resmi Dilantik

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 408

Pengurus HASTIK Periode 2018-2021 Resmi Dilantik
Himpunan Alumni STIK Muhammadiyah menggelar Pelantikan Pengurus HASTIK Periode 2018-2021
PONTIANAK, SP - Himpunan Alumni STIK Muhammadiyah menggelar Pelantikan Pengurus HASTIK Periode 2018-2021, di Hotel Kapuas Palace, Senin (4/6) kemarin.

Pelantikan ini dihadiri oleh Inspektur 3 Kemenkes RI, Heri Radison, SKM MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr. Andy Jap, M.Kes sekaligus mewakili Pj Gubernur Kalbar, Ketua IDI Kalbar, dr Berly Hamdani, GS MPPM, Ketua PPNI Kalbar Ns. Haryanto, MSN,WOCN, Ph.D dan Ketua IBI Kalbar, Hj Urai Rosdiana, Amd.Keb serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda Seminar Kesehatan dengan tema "Optimalisasi Peran Organisasi Profesi Kesehatan dalam Implementasi Sustainable Development Goal'S: Good Health and Well Being" dengan pembicaraan Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Ketua Ikatan Bidan Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Alumni STIK Muhammadiyah, Ajie Kurniawan mengajak para alumni untuk bersinergi dengan sesama organisasi profesi kesehatan lainnya.

"Upaya ini semata untuk percepatan pembangunan sektor kesehatan," ujar Ajie.

Menurut dia, tantangan terbesar dalam pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah reformulasi konsep pembangunan yang terintegrasi dan penempatan kesehatan sebagai satu rangkaian proses manajemen pembangunan yang meliputi input, proses, output, outcome dan impact pembangunan serta memahamkan bersama akan substansi pembangunan kesehatan yang harus dilaksanakan bersama di era desentralisasi dan demokratisasi saat ini.

"Program yang diusung untuk mewujudkan SDGs dalam bidang kesehatan adalah program Indonesia sehat dengan tiga pilar, yakni paradigma sehat, pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional," terangnya.

Maka dari itu, peran sebagai Alumni dan praktisi kesehatan wajib mengambil peran-peran strategis serta berperan aktif untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang lebih baik demi generasi penerus.

"Khususnya kesehatan yang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat dengan mengedepankan pendekatan promotif dan preventif," tutur Ajie. (jek/bob)