Pengacara Baru FN Minta PPNS Periksa Pramugari dan Pilot Lion Air

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 623

Pengacara Baru FN Minta PPNS Periksa Pramugari dan Pilot Lion Air
Keluarga bersama dua pengacara FN di Pontianak (kanan). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP –  Pihak keluarga dan penasehat hukum FN (26), tersangka candaan bom (bomb joke) di pesawat Lion Air JT 687, meminta pihak Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melakukan pemeriksaan terhadap pramugari dan pilot maskapai Lion Air JT 687.

“Kita minta pramugari dan pilot untuk diperiksa segera. Sebab sampai sekarang belum ditahan maupun diperiksa oleh pihak penyidik PPNS,” ujar Penasehat Hukum FN, Aloysius Renwarin, Kamis (7/6).

Aloysius mengatakan bahwa pihaknya berharap penyidik PPNS dapat segera menyelesaikan kasus tersebut secara transparan.

Aloysius mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan penangguhan penahanan, sebab jika FN keluar maka sudah harus pulang ke Papua. Untuk itu proses hukum akan terus dilanjutkan dan pihaknya akan tetap mendampingi FN.

Penasehat hukum FN lainnya, Fredeeika Korain mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan proses dialog lebih lanjut. Namun saat ini pihaknya mengharapkan kepada penyidik PPNS untuk tidak menerapkan hukum tebang pilih, karena dari keterangan bahwa bukan FN yang menimbulkan kepanikan di dalam pesawat, namun justru kepanikan tersebut disebabkan oleh pengumuman pramugari.

“Sampai sekarang kenapa pramugarinya belum diperiksa bahkan hanya FN yang dijadikan tersangka. Jika memang memenuhi syarat, maka menurutnya kenapa tidak untuk dijadikan tersangka,” ucapnya.

FN, pria asal Wamena, Jayapura, Papua tersebut sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 'bomb joke', yang terjadi pada Senin (28/5) di pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Internasional Supadio Pontianak.

Penetapan status tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan di ruang kerja Kasat Reskrim Polresta Pontianak, yang dilaksanakan pada Selasa (29/5), sekira pukul 19.30 WIB. (rah)