Pengacara: FN Tidak Menyebutkan Kata Bom, Tapi Kata Bu

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 591

Pengacara: FN Tidak Menyebutkan Kata Bom, Tapi Kata Bu
Keluarga bersama dua pengacara FN di Pontianak. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP –  Tim penasehat hukum FN (26), menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tambahan yang dilakukan oleh penyidik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan didampingi pihak pengacara, FN tidak sedikitpun menyebutkan kata bom di dalam pesawat.

“Dalam penyidikan tambahan semalam (Rabu 6/6), dia (FN) menjelaskan sebenar-benarnya. Yang lalu dia merasa tertekan sehingga susah sekali. Tidak ada orang yang bisa menjaga pada saat dia menyampaikan. Pertama tidak didampingi penasehat hukum pada saat diperiksa,” kata Penasehat Hukum FN, Aloysius Renwarin, Kamis (7/6).

Dalam hal ini dikatakannya bahwa FN tidak menyebutkan kata bom, namun kata ‘bu’.

Berdasarkan kronoligi hasil penyidikan PPNS yang disampaikan oleh tim penasehat hukum, FN memberikan teguran kepada pramugari karena dinilai kasar dalam meletakkan tas yang berisi tiga buah laptop sambil mengatakan “awas bu, ada tiga leptop di dalam tas saya” dengan nada marah dan jarak antara FN dengan pramugari tidak sampai satu meter.

Saat itulah pramugari menurut penasehat hukum mengatakan “jangan bercanda/bergurau”, yang disusul oleh permintaan maaf oleh FN. Kemudian pramugari menutup bagasi dan FN duduk.

Sejurus kemudian datanglah security yang kemudian memeriksa FN pada lorong penyambung antara pesawat dan bandara. Setelah diperiksa, FN diperintahkan kembali ke pesawat.

Setelah itu munculah peringatan dari pramugari untuk meninggalkan pesawat yang berulang hingga tiga kali yang mengakibatkan kekacauan didalam pesawat hingga terjadi pembukaan paksa pintu darurat oleh penumpang.

FN, sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus 'bomb joke', yang terjadi pada Senin (28/5) di pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Internasiona l Supadio Pontianak.

Penetapan status tersebut berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan di ruang kerja Kasat Reskrim Polresta Pontianak, yang dilaksanakan pada Selasa (29/5), sekira pukul 19.30 WIB. (rah)