Polsek Pontianak Barat Amankan Ratusan Dus Sosis Ilegal Malaysia

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 588

Polsek Pontianak Barat Amankan Ratusan Dus Sosis Ilegal Malaysia
Barang bukti sosis yang diamankan polisi. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Unit Reskrim Polsek Pontianak Barat berhasil mengamankan sebanyak 166 dus sosis asal Malaysia jenis ayam bakar dan sosis ayam madu yang tidak memiliki surat izin edar, Kamis (7/6) di sebuah rumah, Jalan Komodor Yos Sudarso, Gang Jarak, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat.

Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Bermawis mengatakan bahwa pihaknya turut mengamankan dua orang tersangka, yaitu MA (41) yang merupakan pemilik rumah dan DSB (35) selaku supir mobil Inova warna hitam dengan nomor polisi KB 1445 PZ.

“Keduanya diamankan saat sedang melakukan proses bongkar muat sosis ilegal asal Malaysia tersebut di rumah MA,” ujar Bermawis.

Dijelaskan Bermawis, pada Selasa (5/6) tersangka DSB (selaku sopir) mendapatkan telpon dari seseorang yang mengaku bernama HM alias Ed (DPO) yang tinggal di daerah Anjungan Kabupaten Mempawah, untuk mencarikan sosis di daerah Jagoy Babang Kabupaten Bengkayang.

Selanjutnya pada Rabu (6/6), DSB menghubungi HM bahwa barang sudah siap. Kemudian HM memerintahkan untuk membawa sosis tersebut ke Pontianak dan diserahkan kepada MA yang tinggal di Jalan Komodor Yos Sudarso.

“Pada Kamis (7/6) sekira pukul 00.10 wib, saat pelaku melakukan pembongkaran sosis yang dimana sebanyak 30 dus sosis sudah berada di dalam rumah saudara MA,” imbuhnya.

Pada saat itu, Bermawis mengatakan bahwa anggota Jatanras Polsek Pontianak Barat sedang melaksanakan patroli. Ketika melintas di depan Gang Jarak, anggota melihat kegiatan warga yang mencurigakan.

“Maka anggota mendatangi rumah tersebut dan melihat ratusan dus sosis di dalam mobil minibus jenis Innova milik DSB yang berisikan sosis ilegal (dari Malaysia),” tambahnya.

Atas kejadian tersebut anggota langsung mengamankan sosis sebanyak 166 (seratus enam puluh enam) dus dan membawa kedua pelaku ke Mapolsek Pontianak Barat guna dilakukan pemeriksaan.

Atas perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan UU Perlindungan Konsumen, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a, g dan i Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 08 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau Pasal 91 ayat (1) Jo Pasal 142 Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 tahun 2012 tentang Pangan Sub Pasal 55 KUHPidana Sub Pasal 64 KUHPidana. (rah)