TNI Juga Prioritaskan Pengamanan ‘Jalur Tikus’ di Wilayah Perbatasan

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 398

TNI Juga Prioritaskan Pengamanan ‘Jalur Tikus’ di Wilayah Perbatasan
Kapendam XII/Tanjungpura, Aulia Fahmi Dalimunthe. (SP/Rah)

PONTIANAK, SP - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus berupaya menjaga kedaulatan dan mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar yang terhitung memiliki garis batas yang cukup panjang. Jalur-jalur tikus juga menjadi salah satu prioritas dalam pengamanan.

“Saat ini sudah ada rotasi dua batalyon di wilayah perbatasan, yaitu dari batalyon infanteri 320/Beruang Putih yang menggantikan batalyon infanteri 511/DY,” kata Kapendam XII/Tanjungpura, Aulia Fahmi Dalimunthe usai kegiatan buka puasa bersama awak media di Media Center Kodam XII/Tanjungpura, Sabtu (9/6) malam.

Saat ini katanya, para prajurit telah bekerja dengan baik di wilayah perbatasan, eksis melaksanakan patroli dan sudah melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya.

Hal itu terbukti dengan adanya penyerahan tiga pucuk senjata dari masyarakat beserta dua buah amunisi. Selain itu, batalyon infanteri 511/DY juga berhasil menggagalkan penyelundupan bawang putih, kayu gaharu dan bawang merah, beberapa waktu lalu.

“Kita doakan saja semoga pasukan kita yang di lapangan selalu sehat, semangat motivasinya tetap tinggi, yang pada akhirnya kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah perbatasan itu bisa dieliminir, paling tidak bisa kita perangi,” harapnya.

Terlebih lagi menurutnya terkait barang berbahaya seperti narkotika, sehingga narkotika yang direncanakan masuk ke wilayah Indonesia dapat digagalkan.

Kapendam menegaskan, personel TNI tidak hanya mengamankan jalur-jalur umum saja, namun juga melakukan pengamanan terhadap jalur-jalur tikus yang ada di wilayah perbatasan.

“Kadangkala yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum penyelundup tersebut ini adalah jalur tikus tadi, sehingga jalur-jalur tikus yang hingga saat ini masih ada, menjadi salah satu prioritas dalam pengamanan,” katanya.

Kapendam mengatakan bahwa perlu adanya peran serta aktif dari masyarakat di wilayah perbatasan untuk mendukung situasi dan kondisi, guna menghindari adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan hukum. Penjagaan ini menurutnya mesti menjadi tugas bersama.

“Apabila ada suatu kegiatan yang memang melanggar hukum, jangankan aparat, siapa saja boleh mengambil langkah dan tindakan,” tegasnya. (rah)