Hingga Juni 2018, 1.103 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Dideportasi dari Malaysia

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 924

Hingga Juni 2018, 1.103 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Dideportasi dari Malaysia
Pemulangan PMI Bermasalah beberapa waktu lalu. (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Pendeportasian para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah dari Malaysia masih terus dilakukan. Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak, Andi Kusuma Irvandi mengatakan, hingga 12 Juni 2018 ini, tercatat sudah sebanyak 1.103 orang PMI bermasalah yang dideportasi.

Para PMI tersebut terdiri dari 1.000 orang deportan, 80 orang repatriasi, 17 orang terlantar, 5 orang sakit dan 1 orang gangguan jiwa.

Andi menuturkan, pihaknya telah memiliki program khusus di perbatasan, yakni para pekerja yang dideportasi dari Malaysia, ditawarkan bekerja di dalam negeri.

“Kalau misalnya kita pulangkan lagi, itu jadi masalah juga di daerah asalnya nanti,” katanya.

Dari program kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu bersama Disnarkertrans Kabupaten Kapuas Hulu, sudah 17 orang yang tertarik untuk bekerja disana.

Setiap para pekerja yang dideportasi dari Malaysia, pihaknya selalu menawarkan untuk bekerja pada perusahaan tersebut, upaya ini semata untuk mengurangi adanya masalah baru.

Lebih lanjut, bagi para pekerja yang sudah dideportasi, namun tidak diblack list oleh pemerintah Malaysia, maka pihaknya akan mencoba memfasilitasi untuk kembali bekerja ke luar negeri, dengan terlebih dahulu melengkapi dokumennya.

“Dilengkapi dulu dokumennya di Entikong, kan sudah ada LPSA di Entikong,” ujarnya.

Namun, pihaknya juga masih menunggu seperti apa kebijakan dari pusat terkait para pekerja tersebut.
Andi mengatakan bahwa saat ini masih ada para deportan yang ditampung di Depo penampungan di Malaysia, namun pihaknya belum mengetahui kapan pihak Malaysia akan melakukan deportasi, karena deportasi tersebut merupakan wewenang pemerintah setempat.

“Kapan mau mulangkan terserah mereka. Kita di Indonesia harus siap-siap pada akhirnya,” jelasnya. (rah)