MUI Kalbar Imbau Umat Muslim Bayar Zakat Paling Lambat H-2 Lebaran

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 880

MUI Kalbar Imbau Umat Muslim Bayar Zakat Paling Lambat H-2 Lebaran
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar, Basri Har. (Dok SP)
PONTIANAK, SP - Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Provinsi Kalbar meminta dan mengimbau agar setiap umat muslim yang dikategorikan mampu, membayar zakat paling lambat H-2 Idulfitri 1 Syawal 1438 Hijriyah.

“Penyerahan zakat fitrah kalau bisa paling lambat H-2 sebelum lebaran. Jangan malam takbiran baru diantar,” ujar Ketua MUI Kalbar, Basri Har, Selasa (12/6).

Menurut Basri, pembayaran sebisa mungkin dilakukan sebelum mendekati hari raya adalah semata-mata demi memudahkan amil zakat atau lembaga yang mengurusinya untuk melakukan inventarisir berapa jumlah serta siapa saja yang berhak menerima dari jumlah yang ada tersebut.

“Sehingga bisa dipastikan sebelum lebaran, masyarakat yang membutuhkan sudah menerima zakat tersebut dan mereka bisa berbahagia sebagaimana kita dalam menyambut hari raya," imbuhnya.

Di samping itu, lembaga/badan/unit yang menghimpun, kata Basri juga tidak tergopoh-gopoh dalam upaya membagikannya zakat kepada orang-orang yang berhak menerima.

"Jadi ada jeda menyalurkannya dan diterima oleh benar-benar orang yang berhak menerimanya,” jelasnya.

Meski pihaknya mengimbau penyerahan zakat bisa dilakukan secara lebih awal, namun Basri mengatakan bahwa secara hukum Islam pembayaran zakat fitrah masih diperbolehkan hingga terbit fajar pada 1 Syawal atau menjelang Salat Idulfitri pada pagi harinya.

“Karena itu, apabila ada seseorang yang membayar zakat fitrah setelah Salat Idulfitri tanpa ada udzur atau alasan syar’i, maka ia berdosa, dan zakat yang dibayarnya tersebut sama sekali tidaklah bernilai zakat fitrah. Namun hanya bernilai sedekah biasa,” jelas Basri.

Dirinya berharap masyarakat bisa membayar zakat kepada lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalbar, Baznas Kabupaten/Kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dinas/instansi/masjid/musala masing-masing daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

“Kami imbau kepada umat yang akan menyerahkan zakat fitrahnya. Salurkanlah kepada unit-unit resmi seperti UPZ dan masjid/mushola di tempat masing-masing,” pintanya. (nak)