OSO Hadiri Buka Puasa Bersama Hanura Kalbar

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 980

OSO Hadiri Buka Puasa Bersama Hanura Kalbar
Ketua Umum DPP Hanura, DR H Oesman Sapta Odang menghadiri buka puasa bersama Partai Hanura Kalbar di Pontianak, Selasa (12/6). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Ketua Umum DPP Hanura, DR H Oesman Sapta Odang menghadiri buka puasa bersama Partai Hanura Kalbar di Kantor DPD Hanura, Jalan Sidas Pontianak, Selasa (12/6).

Sebelum dilaksanakannya buka puasa bersama, DPD Partai Hanura juga melaksanakan rapat koordinasi daerah (Rakorda).
Dalam kesempatan buka puasa bersama tersebut, OSO mengatakan bahwa saat ini sesang menghadapi Pilkada bersama.

 “Di kota ini ada calon kader Paratai, yakin ndak bahwa dia akan menang,” ujar OSO bertanya pada peserta dan kader yang dijawab dengan semangat oleh para kade dengan meyakini.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Kalbar Suyanto Tanjung mengatakan bahwa Rakorda tersebut untuk membahas persiapan pencalonan bakal pasangan calon legislatif tahun 2019.

Selain itu juga untuk membahas persiapan Pilkada di beberapa daerah termasuk Pilgub.

Sesuai dengan penyampaian setiap perwakilan DPD Hanura kabupaten atau kota, bahwa animo para pendaftar sudah melebihi dari 100 persen yang ditentukan oleh KPU.

“Jadi animo masyarakat untuk bergabung dengan Hanura ini luarbiasa. Dari laporan setiap teman-teman setiap daerah tadi,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan target di DPR RI dapil I dan II sebanyak tiga kursi. Sementara untuk provinsi Kalbar, targetnya sebanyak 12 kursi, kabupaten kota ditargetkan 80 kursi.

Dia mengatakan bahwa sudah difikirkan sejak awal terkait kontestasi pilgub dan Pilkada yang memiliki korelasi dengan pemilihan legislatif.

“Maka kita pilihlah calon-calon untuk maju di Pilbub, pilgub ini yang potensi menangnya besar,” imbuhnya.

Dia berkeyakinan bahwa dari enam Pilkada di Kalbar Hanura dapat menyapu bersih kemenangan.

Suyanto juga menegaskan kepada seluruh kader di Kalbar dimanapun berada sesuai dengan instruksi partai siapapun yang dicalonkan oleh partai, maka itulah yang didukung.

“Tidak boleh ada lagi pemikiran bahwa kita boleh mendukung dari calon partai lain, tidak ada. Ini udah dikunci,” tegasnya.

Jika tidak mendukung pilihan tersebut, maka dia mempersilahkan kader untuk mengundurkan diri. Jika diketahui ada kader yang membelot, maka akan ada sanksi yang mengintai, termasuk dengan pemecatan oleh partai.

Dia juga berharap agar Pilkada di Kalbar juga dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar pilihan rakyat. Serta Pilkada yang damai tanpa adanya isu-isu yang berbau SARA.

 “Jadi kita menginginkan Pilkada yang damai, yang terpilih juga yang terbaik,” tandasnya. (rah)