MABM Keluarkan Pernyataan Sikap, Ajak Pilgub Berjalan Kondusif

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 971

MABM Keluarkan Pernyataan Sikap, Ajak Pilgub Berjalan Kondusif
Biro hukum MBAM Kalbar, Nazirin. (Ist)
PONTIANAK, SP - Majelis Adat dan Budaya Melayu (MABM) Kalbar mengeluarkan pernyataan sikap terkait perkembangan sosial politik yang terjadi jelang Pilkada serentak. 

Biro hukum MBAM Kalbar, Nazirin pun mengungkapkan beberapa hal muncul usai pernyataan mantan Gubernur Kalbar, Cornelis yang viral di media sosial. Untuk itu, MABM mengeluarkan enam poin yang jadi perhatian. 

Pertama, MABM sangat menyayangkan pernyataan Drs. Cornelis, M.H. yang menyatakan bahwa Islam dan Melayu adalah penjajah.  Pernyataan tersebut dinilai sangat tendensius dan sangat terang benderang menciptakan situasi tidak kondusif menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kalbar.

Kedua, MABM mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat dengan melaporkan Drs. Cornelis, M.H. kepada Kepolisian Kalimantan Barat. Pihaknya meminta pihak Kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut secara objektif dan adil dengan prinsip semua orang memiliki kesamaan di depan hukum. 

"Proses hukum ini sangat penting sebagai pembelajaran hukum agar jangan ada di kemudian hari segelintir elit mudah saja membuat pernyataan-pernyataan yang merusak bangunan persatuan, keharmonisan, dan persaudaraan etnis dan agama di Kalbar yang sudah terjalin dengan baik," ucap Nazirin dalam siaran pers yang diterima, Kamis (14/6).

Ketiga, MABM mengajak masyarakat agar mengabaikan ajakan tokoh etnis yang hendak menjadikan Pilgub sebagai ajang pemilihan Kepala Suku. Mereka mengajak semua pihak menolak calon pemimpin yang menistakan Bhinneka Tunggal Ika.

"Keempat, MABM meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, bersikap antisipatif terhadap kemungkinan adanya intimidasi dan teror di tengah masyarakat," imbuhnya. 

Poin kelima, MABM meminta aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, menindak tegas pelaku intimidasi dan teror yang ingin merusak sendi-sendi demokrasi dan merusak NKRI. 

Sementara terakhir, MABM mengajak seluruh komponen bangsa di Kalbar untuk mewujudkan Pilgub yang beradab dan bermartabat. (ril/bls)