Penasaran Ingin Saksikan Meriam Karbit, Warga Jakarta Datang ke Pontianak

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 856

Penasaran Ingin Saksikan Meriam Karbit,  Warga Jakarta Datang ke Pontianak
Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyulut meriam karbit. (Ist)
PONTIANAK, SP - Hendra (32), warga Jakarta sengaja datang ke Pontianak untuk menyaksikan permainan meriam karbit, Kamis (14/6) malam. Pekerja BUMN ini penasaran, seperti apa gelegar meriam khas tepian sungai Kapuas yang sudah lama dia dengar namanya.

“Busyet, bunyinya membuat dada berdegup. Seru banget,” ujarnya usai menyulut salah satu meriam.

Hendra hanya satu dari sekian turis yang datang di Festival Meriam 2018. Gelaran menyambut Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah itu diramaikan 295 meriam karbit dan ribuan pasang telinga. Ajang tahunan ini sangat dinanti oleh masyarakat maupun wisatawan yang penasaran dengan permainan tradisional khas Kota Pontianak.

Pembukaan secara resmi dipusatkan di tepian Sungai Kapuas, Jalan Yusuf Karim, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur.

Acara tersebut dihadiri Pj Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pjs Wali Kota Pontianak Mahmudah, Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie serta tamu undangan lainnya dan masyarakat.

Secara simbolis, para pejabat melakukan penyulutan meriam karbit secara bersamaan. Pjs Wali Kota Pontianak, Mahmudah mengapresiasi digelarnya even tahunan ini. Ke depan, dia berharap Festival Meriam Karbit dikemas lebih baik lagi. Ajang serupa merupakan wadah dalam upaya menggali nilai-nilai budaya lokal.

“Selain itu, even ini juga dapat menjadi daya tarik dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Pontianak sehingga menghasilkan multiplier effect yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Meriam karbit asli Kota Pontianak, tahun 2016 lalu telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda di tingkat nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahmudah mengatakan hal ini sudah selayaknya jadi dasar masyarakat Pontianak merasa bangga mengekspresikan kecintaan terhadap kekayaan budaya. "Kita upayakan dengan cara tetap menjaga kelestarian tradisi meriam karbit ini,” katanya. (bls)