Peserta Festival Meriam 2018 Sempat Kesulitan Dana

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 941

Peserta Festival Meriam 2018 Sempat Kesulitan Dana
Anak-anak bermain di atas meriam karbit. (SP/ind)
PONTIANAK, SP - Dentum meriam karbit di Festival Meriam 2018 di Pontianak, yang dibuka Kamis (14/6) malam, ternyata penuh perjuangan. Tak semudah ketika meriam disulut. 

Beberapa kelompok peserta, sempat mengeluh kesulitan dana. Salah seorang pegiat meriam Farhan M Fahmi (42) bercerita, syarat peserta harus memiliki lima meriam karbit jadi salah satu sandungan.

Untuk lima meriam, paling tidak perlu biaya Rp10 juta. Sementara bahan balok kayu membuat meriam kini kian susah didapat.

"Biaya yang dikeluarkan cukup besar untuk membuat meriam, sedangkan ketahanan meriam mencapai 5 hingga 6 tahun saja," katanya.

Di sisi lain, permainan ini harus terus dilestarikan. Generasi muda perlu diajar agar meriam tetap ada dan jadi warisan budaya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Pontianak, Zulfydar Ziadar Mochtar yang kebetulan berada di lokasi menyampaikan meriam berpotensi sebagai objek wisata unggulan. Festival Meriam Karbit dapat jadi salah satu simbol berdirinya Kota Pontianak. Dia pun meminta Pemkot lebih menaruh perhatian.

"Kita berharap Pemerintah Kota bisa memanfaatkan dana CSR dari perusahaan yang ada di Pontianak untuk mengembangkan pariwisata meriam karbit ini yang merupakan satu-satunya di Indonesia," harap Zulfydar yang juga Ketua Asosiasi Periklanan Kalbar ini. (bls)