Menyongsong Pilkada Damai di Tanah Borneo, Bersatunya Suku Besar Penghuni Kalbar

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 440

Menyongsong Pilkada Damai di Tanah Borneo, Bersatunya Suku Besar Penghuni Kalbar
TANDA TANGAN - Masyarakat menandatangani kain putih sebagai bentuk dukungan Pilkada 2018 berjalan damai di Bundaran Tugu Digulis Untan, beberapa waktu lalu. (Ist)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan tonggak harapan bagi rakyat untuk melahirkan pemimpin yang bermartabat. Namun, di samping itu, Pilkada juga bisa menjadi bagian dari pesta budaya, seperti halnya yang terjadi di Tanah Borneo. Untuk mewujudkan pesta demokrasi yang damai, masyarakat di Kalimantan Barat kerap menghiasi Pilkada dengan warna-warni keindahan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. 
 
SP - Kalimantan Barat (Kalbar) merupakan sebuah wilayah masyarakat plural, jamak dan majemuk dengan berbagi macam suku, ras serta agama. Namun, ada terselip kelemahan dari keberagaman tersebut, yaitu masyarakat menjadi rawan terjadi konflik. 

Konflik yang ditakutkan terjadi, berupa yang mengatasnamakan kelompok, golongan, agama bahkan suku. Sebab secara artian, konflik memiliki makna yang luas dengan interval yang berbeda. Konflik tidak dapat dihilangkan, namun dapat ‘dimanage’. 

Di samping itu, pesta demokrasi merupakan keharusan untuk dilaksanakan. 

Dalam Pilkada Kalbar kali ini, ada sejumlah hal yang dapat menjadi obat pereda potensi konflik, di antaranya yakni dukungan partai yang tidak linear antara dukungan pasangan calon pada gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta walikota dan wakil walikota, sehingga partai bisa saja ketika di tingkat provinsi berseberangan. Namun pada tingkat kabupaten atau kota menjadi koalisi.

Namun, ada satu obat paten yang diyakini mujarab untuk meredam potensi konflik pada musim Pilkada di Kalbar, yakni ialah kedewasaan masyarakatnya dalam menjunjung tinggi semangat kebhinekaan, kerukunan dan toleransi antar sesama. 

Wakapolda Kalbar, Brigadir Jenderal Polisi Sri Handayani mengatakan, Pilkada serentak yang dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang besar. 

Untuk itu, dengan adanya pesta demokrasi tersebut, dirinya mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan dewasa, serta tetap menjaga situasi tetap damai dan penuh kekeluargaan.

“Mari bersama-sama menjaga keindahan dan warisan, ilmu, budaya, daerah dan nasional kita, dalam bingkai kebhinekaan,” katanya.

Dia mengatakan, bahwa bangsa-bangsa lain di dunia salut dengan Indonesia, karena mampu berdiri kokoh sebagai bangsa yang memiliki agama, suku, budaya dan bangsa yang berbeda.

Rahasia terbesar dari kekokohan tersebut, adalah adanya Pancasila yang menyatukan itu semua, serta Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar negara yang menjadi perekat sekaligus benteng persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Menurut dia, Kalbar merupakan potret wajah Indonesia, dengan gambaran mulai dari jumlah penduduk kurang lebih 5 juta, 118 jenis suku bangsa dan kurang lebih 400 bahasa.

Warna-warninya Kalimantan Barat, menjadikan Kalbar seperti pelangi bila dipotret. Di situ terpancar keindahan dan kedamaian, seakan mencerminkan suasana hati, karena warna-warni itu ditempatkan pada tempatnya, dan tidak bergeser, dan tidak mengganggu satu sama lainnya.

Masyarakat Kalbar yang terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama tersebut, dikatakannya merupakan penghuni yang cinta damai sejak dahulu, hingga hal itulah yang menjadi kebanggaan.

“Masyarakat Kalbar mesti menampilkan wajah Kalimantan yang penuh dengan warna-warni budaya, dengan satu tujuan yaitu sepakat untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam menghelat pesta demokrasi,” tutur Wakapolda Kalbar.

Bersatu padu

Sultan Pontianak, Syarif Mahmud Melvin Al Kadrie mengajak masyarakat Melayu untuk tetap menjaga persatuan dan keamanan, terlebih dalam hitungan waktu di Kalimantan Barat akan menggelar pesta demokrasi. 

“Kita harap semua suku, etnis dan agama bersatu padu, dengan harapan Pilkada di Kalbar bisa berjalan aman, damai dan kondusif," ujarnya di Istana Kadriah Pontianak.
Menurut Sultan, kerukunan dan keharmonisan yang sudah tercipta saat ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Tentu sayang bila rusak karena Pilkada. 

"Dalam pilkada pilihan kita boleh berbeda, sesuai hati nurani, tapi setelah pilkada, mari kita jadi masyarakat yang bisa bergaul dengan sesama. Artinya jangan pilihan tersebut membuat kita tidak tegur sapa, dan terpecah belah," katanya.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Persatuan Orang Melayu (POM) Kalimantan Barat, Agus Setiadi menegaskan, sangat mendukung terciptanya Pilkada damai tanpa adanya konflik. Terlebih, pemilihan langsung, menurutnya dilakukan untuk mencari pemimpin, bukan musuh.

"Kita boleh beda pilihan, tapi kita mesti menjaga kedamaian dan menjunjung tinggi rasa toleransi dan kerukunan yang selama ini terwujud dengan baik. Ini meski kita sadari semua," kata Agus.

Menurut dia, beda pilihan politik, tak boleh jadi pemutus tali silaturahmi yang selama ini terjalin.

Sementara itu, Marsianus Mustam mewakili Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar merespon positif adanya Pilkada damai di Kalimantan Barat. Menurutnya, ini seiring dengan harapan masyarakat Dayak yang menginginkan pesta demokrasi berlangsung aman, damai, dan kondusif. 

"Mari kita berikan hak pilih kita kepada calon pilihan kita. DAD berharap pada masyarakat di Kalbar, baik suku atau agama apapun, marilah bersama-sam ciptakan Pilkada damai, aman  dan lancar,” ajaknya.

Perkumpulan sosial kemasyarakatan Tionghoa yang berhimpun di dalam Yayasan Bhakti Suci (YBS) Pontianak, Kalbar menyatakan, dukungannya terhadap penyelenggaraan Pilkada Kalbar 2018, yang aman dan damai.

Sekretaris YBS Pontianak, Herry Sandra menyatakan, keyakinanya penyelenggaraan Pilkada Kalbar berjalan dengan aman.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono yang menghadiri acara kami ini, dan telah menjaga Kamtibmas di Pontianak, dan Kalbar umumnya tetap kondusif," katanya.

Pihaknya brkomitmen akan menjaga kebhinekaan etnis, agama yang tumbuh dan berkembang di Bumi Khatulistiwa, menolak secara tegas faham radikalisme dan bentuk intoleransi, serta mensukseskan dan mendukung terselenggaranya Pemilukada Kalbar, aman dan bermartabat.

Begitu juga disampaikan oleh Paguyuban Jawa Kalimantan Barat.
 
“Kami mendukung pihak kepolisian dalam menciptakan Pilkada damai,” ungkap Edi Suhairul, Sekretaris PJKB. 

Menurut Edi, PJKB mendukung Pilkada damai di Kalimantan Barat tanpa menggunakan isu SARA, yang selama ini memancing kesalahpahaman antar etnis. 

“Kita kerap menggelar pergelaran budaya, dan melibatkan segenap unsur suku. Karena budaya merupakan perekat kemasyarakatan antar etnis,” tambah Edi. 

Edi mengatakan, ini merupakan manifestasi dari keberagaman yang ada di Kalbar. 

“Kalbar ini harus damai dan sejahtera, sehingga kita bisa bersama-sama membangun daerah, agar menjadi lebih baik lagi,” ungkap Edi. 

Sebagai pengurus PJKB, Edi berharap ke depannya, Kalbar tetap damai tentram dan kondisif, sehingga semua dapat berekspresi. 

Daerah harmonis

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Pontianak, Mahmudah turut menyampaikan pesan dan ajakan tetap menjaga persatuan, silaturahmi dan toleransi. Semua orang tahu, Kota Pontianak terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Dan kiranya itu tidak jadi halangan untuk menjalin silaturahmi. 

“Di Pontianak Kota suasana di antara masyarakat terjalin harmonis, tidak pernah terdengar ada perselisihan terkait agama atau suku bangsa. Dia pun mengajak semua sama-sama berbuat untuk suasana menyejukkan. Salah satunya dengan tidak terlibat dalam berita hoaks,” katanya.

Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Erma Suryani Ranik mengingatkan agar masyarakat Kalimantan Barat bisa mengikuti jalannya Pilkada dengan damai. Setiap warga negara, dikatakannya berhak memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing.

"Mekanisme biasa dalam sebuah negara demokrasi, dulu orang kalau mau merebut kekuasaan harus pakai perang dan bunuh bunuhan. Sekarang di dalam demokrasi kita lewat Pilkada. Jadi apapun pilihan Anda, siapapun yang anda dukung, pastikan bahwa pesan pelaksanaan Pilkada ini berlangsung dengan damai," imbaunya.

Erma juga tegas mengingatkan agar jangan ada aksi kekerasan dan jangan ada upaya-upaya provokasi selama masa pilkada. "Anda boleh dan bebas memilih siapa saja tapi tolong jangan melakukan provokasi, jangan melakukan kekerasan,"  pesannya 

Erma juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak Polda Kalbar yang memastikan jalannya Pilkada Kalbar bisa berlansung dengan aman dan damai. (soryadi)