TNI Komitmen Awasi Wilayah Perbatasan

Ponticity

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 454

TNI Komitmen Awasi Wilayah Perbatasan
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Aulia Fahmi Dalimunthe
PONTIANAK, SP - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus berupaya untuk menjaga kedaulatan dan mengamankan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalbar, yang memiliki garis batas yang cukup panjang.

Beberapa waktu lalu, Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, telah melakukan penerimaan dan pelepasan rotasi batalyon yang akan bertugas selama kurang lebih sembilan bulan di wilayah perbatasan. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Aulia Fahmi Dalimunthe kepada awak media kemarin.

Dia mengatakan bahwa saat ini sudah ada rotasi dua batalyon di wilayah perbatasan, yaitu dari Batalyon Infanteri 320/Beruang Putih yang menggantikan Batalyon Infanteri 511/DY. 

Saat ini, menurutnya para prajurit telah bekerja dengan baik di wilayah perbatasan, dan eksis melaksanakan patroli serta sudah melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksinya.

Hal itu terbukti dengan adanya penyerahan tiga pucuk senjata dari masyarakat beserta dua buah amunisi, belum lama ini.

“Mudah-mudahan kita harapkan ada tingkat kesadaran masyarakat kita yang lebih tinggi lagi, sehingga nanti pada saatnya, mereka mau secara sadar berbondong-bondong menyerahkan senjata-senjata yang masih dipegang atau disimpan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa AFD ini mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyerahkan senjata rakitannya. Pasalnya TNI siap menjamin dan tidak akan memperkarakan atau mempermasalahkan masyarakat yang menyerahkan senjata.

“Intinya marilah kita sama-sama pelihara situasi kondisi kita, khususnya di wilayah perbatasan, agar aman dan tertib,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan bahwa perlu adanya peran serta aktif dari masyarakat di wilayah perbatasan untuk mendukung situasi dan kondisi, guna menghindari adanya kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan hukum, sehingga langkah pengamanan yang dilakukan oleh aparat keamanan tidak terjadi pada masyarakat sendiri.

Menurutnya, personel TNI tidak hanya mengamankan jalur-jalur umum saja, namun juga melakukan pengamanan terhadap jalur-jalur tikus di sepanjang batas.

“Kadangkala yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum penyelundup tersebut ini adalah jalur tikus tadi,” katanya.

Tak ayal, jalur ilegal tersebut, hingga saat ini masih ada, dan kini menjadi salah satu prioritas dalam pengamanan. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran.

Penjagaan wilayah tersebut, dikatakannya untuk menjaga wilayah perbatasan agar sejengkal tanah pun tidak dicaplok.

Namun, karena banyaknya perilaku oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan situasi dan kondisi wilayah perbatasan, sehingga menjadikannya sebagai tempat kegiatan ilegal. Untuk itu, penjagaan ini menjadi tugas bersama.

“Apabila ada suatu kegiatan yang memang melanggar hukum, jangankan aparat, siapa saja boleh mengambil langkah dan tindakan,” tegasnya.

Pasalnya, pelanggaran yang terjadi di depan mata bisa menjadi musuh bersama yang harus diberantas.

“Kalau dikatakan, apakah yang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan mereka juga mengamankan adanya kegiatan-kegiatan ilegal, iya, itu di antaranya,” tuturnya.

Beberapa waktu lalu juga disampaikannya bahwa Batalyon Infanteri 511/DY berhasil menggagalkan penyelundupan bawang putih, kayu gaharu dan bawang merah.

“Kita doakan saja semoga pasukan kita yang di lapangan sehat dan tetap semangat, sehingga pada akhirnya kegiatan-kegiatan ilegal yang terjadi di wilayah perbatasan itu bisa dieliminir, paling tidak bisa kita perangi,” tambahnya.

Terlebih lagi, terkait barang berbahaya seperti narkotika, yang masuk ke wilayah Indonesia melalui wilayah perbatasan.

"Mari kita gagalkan barang haram itu masuk ke Indonesia," tuturnya. (rah/bob)