Ditanya Soal Fungsi Gambut, Ini Jawaban Ketiga Paslon Pilwako

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 506

Ditanya Soal Fungsi Gambut, Ini Jawaban Ketiga Paslon Pilwako
Suasana debat publik Wali Kota Pontianak, Selasa (19/6). (SP/Rah)
PONTIANAK, SP - Kota Pontianak bagian Utara dan Tenggara merupakan daerah lahan gambut. Ketika ditanya bagaimana kandidat melindungi fungsi lahan gambut sebagai daerah resapan air agar tidak terjadi banjir, masing-masing pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak memiiki jawaban. Pasangan nomor urut 1, Harry-Yandi mengaku akan mengatur izin pembangunan pemukiman baru supaya daerah resapan terjaga. Membangun dan menata Kota Pontianak ke depan yang berwawasan lingkungan. “Ke depan pengaturan pembagunan ini harus kita atur sedemikian rupa. Setiap pembangunan kawasan baru tentu mereka harus memikirkan bagaimana wilayah serapan air itu terpelihara dengan baik,” kata Yandi saat debat kandidat yang dilaksanakan oleh KPU Kota Pontianak di Hotel Aston Pontianak, Selasa (19/6). Menurut Yandi, Kota Pontianak sudah terbangun sebanyak 80 persen. Dalam aturan harus disisakan sebanyak 30 persen sebagai hutan kota dan untuk daya tampung air di daerah yang plat. Saat ini katanya kita ketahui banyak sekali pembangunan yang mengabaikan zona-zona tertentu yang harus dipakai untuk menjadi tempat atau wilayah serapan air. “Ini akan kita tata kembali dan data kembali supaya ke depan tidak ada lagi pembangunan mengabaikan kelestarian lingkungan apalagi menyangkut hidup hajat orang banyak,” katanya. Pasangan nomor urut 2, Edi Rusdi Kamtono-Bahasan mengatakan, Pontianak sudah mempunyai rencana umum pembangunan kota, di situ sudah ada rencana pembangunan kota 30 persen lahan terbuka hijau. “Oleh karena itu dengan pengawasan ketat kita mengawasi daerah tersebut agar tetap terjaga. Kita akan membuat jalur terbuka hijau sebagai penampang banjir agar dapat menyerap air,” kata Edi. Sementara, pasangan nomor urut 3, Satarudin-Alpian Aminardi mengatakan, akan mengembalikan Kota Pontianak menjadi kota seribu parit untuk menjaga aliran air. Dengan seribu parit akan menjaga tanah gambut kota tetap stabil, sehingga walaupun ada curah hujan tinggi, Pontianak tidak akan dilanda banjir. Untuk menjaga lahan gambut, maka menurutnya perlu ada aturan tegas yang mengatur arus pembangunan supaya daerah resapan ini terjaga. “Untuk pemukiman kita akan tata kembali dengan membuat regulasi, agar pemukiman tidak melebar kemana-mana,” kata Satar. (rah/iat)