Sistem Zonasi PPDB SMA Diberlakukan, Calon Siswa Disarankan Daftar Sekolah Terdekat

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 1234

Sistem Zonasi PPDB SMA Diberlakukan, Calon Siswa Disarankan Daftar Sekolah Terdekat
Infografis alur pendaftaran siswa baru. (Ist)
PONTIANAK, SP - Pemerintah memberlakukan insentif atau penambahan nilai bagi para siswa yang akan mendaftar pada SMA/sederajat dengan sistem jarak sekolah terdekat dengan rumah.

Helpdesk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Dipo mengatakan bahwa sistem zonasi berlaku berdasarkan jarak rumah calon siswa dan lokasi sekolah.

“Jadi semakin dekat dari sekolah, maka peluang diterima akan menjadi lebih besar,” ujar Dipo kepada Suara Pemred, Kamis (21/6).

Pada jarak nol hingga 500 meter, siswa akan mendapat penambahan nilai 120, jarak 500 meter hingga 1 kilometer mendapat penambahan nilai 100, jarak 1 kilometer hingga 5 kilometer 80, jarak 5 kilometer hingga 10 kilometer mendapat nilai 60, 10 kilometer hingga 17 kilometer 40, 17 kilometer hingga 25 kilometer 20. Sementara di atas 25 kilometer tidak mendapat nilai insentif zona.

Dipo mengatakan, pada tahun sebelumnya dilakukan pembatasan kota bagi pendaftaran calon siswa, namun saat ini hal itu tidak lagi diberlakukan. Jadi siswa dapat mendaftar lintas kabupaten atau kota, namun calon siswa tersebut tidak mendapat nilai insentif zonasi karena jarak di atas 25 kilometer.

Dengan diberlakukan kebijakan ini maka diharapkan masyarakat sekitar sekolah menjadi prioritas saat mendaftar sekolah.
 “Oleh sebab itu nanti kami sarankan para pendaftar atau siswa itu pilihlah sekolah terdekat dari rumah,” ujarnya.

Nilai akhir yang digunakan untuk menentukan kelulusan siswa yaitu berdasarkan Nilai Ujian Nasional (NUN) ditambah dengan nilai insentif zonasi.

Selain itu, ada juga kebijakan penambahan nilai sebanyak 10 persen bagi siswa lulusan sekolah UNBK SMP, yang secara otomatis akan diakumulasikan saat memasukkan data ketika mendaftar.

Selain itu untuk warga tidak mampu juga diberlakukan tiga kategori untuk alokasi setiap sekolah sebanyak 20 persen dengan syarat keluarga pra sejahtera, yatim piatu dan anak terlantar, yang juga mendapat penambahan nilai.

Pengaturan pada sistem PPDB telah diatur tiga nilai yaitu melalui umum 60 persen, prestasi 20 persen dan afirmasi 15 persen. (rah)