Tolak Kecurangan, Mahasiswa Berkomitmen Kawal Pilkada Serentak di Kalbar

Ponticity

Editor Indra W Dibaca : 479

Tolak Kecurangan, Mahasiswa Berkomitmen Kawal Pilkada Serentak di Kalbar
Bawaslu Kalbar gelar Gebyar Pengawasan Partisipatif di Pontianak, Sabtu (23/6). (SP/Sheila)
PONTIANAK, SP – Lebih dari seratus komponen masyarakat menghadiri kegiatan Gebyar Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kalbar, di Gedung Pontinak Convention Center, Sabtu (23/6).

Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat Mengawasi, Pemilu Berkualitas” itu mendapat reaksi positif dari masyarakat, terutama mahasiswa. 

Gabungan organisasi mahasiswa dan organisasi masyarakat Kalbar bahkan membacakan deklarasi yang menolak segala tindakan kecurangan pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang.

Perwakilan organisasi mahasiswa berpendapat bahwa mereka begitu antusias ingin mengawal Pilkada Kalbar.
 

“Kita ingin menjadi bagian individu. Jadi, ketika mahasiswa nantinya melihat ada kecurangan di Pilkada, harapannya mahasiswa bisa mengumpulkan data, dan menyerahkan kepada Bawaslu,” kata Muhammad Al Iqbal, perwakilan organisasi mahasiswa dari BEM Untan.
 

Menurutnya, mahasiswa merupakan salah satu elemen penting di masyarakat. Jika mahasiswa tidak peduli dengan Pilkada Kalbar, maka ke depannya akan sulit mengerahkan mahasiswa dalam kemahasiswaan. 

Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Jumadi mengatakan, kegiatan seperti ini gencar dilakukan menjelang Pilkada 2018.

Selain karena jumlah personel Bawaslu terbatas, juga karena masyarakat perlu diberi tanggung jawab melakukan pengawasan untuk mewujudkan Pilkada yang berkualitas.

“Inikan, kompetensi politik. Jadi, kemungkinan orang untuk curang pasti ada,” kata Jumadi.

Menurut Jumadi, dalam konteks kompetensi politik yang berpotensi melakukan kecurangan, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan. 

“Jangan sampai masyarakat memberi sedikit pun ruang pada tim sukses dan pasangan calon untuk berperilaku yang tidak sewajarnya’” katanya.

Selanjutnya, ia menyarankan agar seluruh komponen masyarakat mengantisipasi tindakan-tindakan yang dapat menciderai citra demokrasi yang baik, seperti intimidasi dan teror. 

Oleh sebab itu, ia juga berharap pada aparat keamanan untuk selalu waspada terhadap perkembangan yang terjadi. (lha)